BBC navigation

Lawatan pertama Aung San Suu Kyi ke luar kota

Terbaru  4 Juli 2011 - 17:12 WIB
Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi tiba di Bagan di Birma tengah dan mendapat sambutan yang cukup meriah.

Pemimpin prodemokrasi Birma, Aung San Suu Kyi, melakukan kunjungan pertama keluar kota Rangoon sejak dibebaskan dari tahanan rumah tahun lalu.

Kantor berita AFP memberitakan ia tiba di kota Bagan di Birma tengah, hari Senin (4/7) untuk mengunjungi candi kuno di kota tersebut.

Ia disambut beberapa wartawan dan polisi berpakaian preman ketika tiba di bandar udara.

Aung San Suu Kyi yang ditemani anaknya, Kim Aris, tidak mengeluarkan pernyataan dan langsung menuju hotel. Aris menggambarkan lawatan ini sebagai liburan.

"Ini adalah liburan saya yang pertama dalam 13 tahun. Ia (Aung San Suu Kyi) juga perlu berlibur. Kami akan berada di sini selama beberapa hari," kata Aris, pria 33 tahun berkewarganegaraan Inggris tersebut kepada AFP.

Peringatan pemerintah

Pemerintah memperingatkan akan terjadi kerusuhan dan kekacauan jika Aung San Suu Kyi mencoba menggalang dukungan masyarakat.

"Ini adalah liburan saya yang pertama dalam 13 tahun. Ia (Aung San Suu Kyi) juga perlu berlibur."

Aris Kim

Ia berencana melakukan tur politik bulan lalu namun pemerintah langsung memperingatkan dirinya untuk menjauhi panggung politik.

Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd, yang menemui Aung San Suu Kyi pekan lalu mendesak pemerintah Birma menjamin keselamatan pemenang Nobel Perdamaian tersebut.

"Saya yakin semua negara meminta agar keamanan Aung Saan Su Kyi selama melakukan perjalanan ini dijamin," kata Rudd kepada para wartawan di Singapura, hari Sabtu (2/7).

Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi bertemu dengan Menlu Australia Kevin Rudd sebelum ke Bagan

Para pengurus partai pimpinan Aung San Suu Kyi telah meminta para pendukung untuk tidak menyambutnya.

Mereka khawatir penyerbuan pada 2003 akan terulang. Ketika itu konvoi Aung San Suu Kyi digerebek aparat dan ia kemudian ditempatkan di tahanan rumah.

Boikot pemilu

Partai Ang San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), memenangkan suara mayoritas dalam pemilihan umum 1990 namun kemenangan ini tidak diakui oleh pemerintah.

Partai ini dibubarkan pemerintah militer karena memboikot pemilu pertama di Birma dalam 20 tahun terakhir yang digelar November tahun lalu.

NLD mengatakan mereka memboikot karena meyakini undang-undang pemilu tidak adil.

Pemilu ini dimenangkan partai yang didukung pemerintah.

Sejumlah kalangan menyebut terjadi kecurangan dan intimidasi dalam pemilu ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.