Strauss-Kahn bebas dari tahanan rumah

Terbaru  2 Juli 2011 - 00:39 WIB
Dominic Strauss-Khan

Dominic Strauss-Khan dituduh melakukan kekerasan seksual di New York.

Mantan Ketua IMF, Dominique Strauss-Kahn, dibebaskan dari tahanan rumah dan jaminannya sebesar US$6 juta sudah dikembalikan.

Jaksa penuntut dilaporkan setuju Strauss-Khan dibebaskan berdasarkan 'ketaatannya pada hukum' yang artinya dia berjanji akan hadir kembali di pengadilan.

Pria Prancis berusia 62 tahun ini muncul di pengadilan New York Jumat, 1 Juli, sehubungan dengan tuduhan kekerasan seksual.

Pengacaranya mengatakan keyakinannya bahwa kasus Strauss-Khan pada akhirnya kelak akan dicabut.

"Saya ingin mengingatkan anda semua dalam tiap kehadiran selama enam pekan belakangan, kami meminta dan meminta dunia untuk tidak terburu-buru menilai dan sekarang saya kira anda memahami kenapa," tutur pengacaranya, William Taylor seusai sidang.

"Kami yakin langkah berikut adalah pencabutan kasus dakwaan secara utuh."

Strauss-Kahn akan hadir kembali di pengadilan pada tanggal 18 Juli.

Harus tetap di AS

Dominic Strauss-Khan, yang oleh media sering disingkat menjadi DSK, dituduh melakukan kekerasan seksual atas seorang pelayan hotel di New York pada 14 Mei 2011.

"Saya memahami situasi dari kasusnya sudah berubah secara mendasar dan saya sepakat risiko dia tidak berada di sini telah berkurang sedikit."

Michael Obus

Namun kasusnya dilaporkan menjadi tidak kuat setelah muncul sejumlah keraguan atas kredibilitas dari pelayan yang mengadukannya.

Walau uang dan surat berharga yang digunakan sebagai jaminannya sudah dikembalikan, DSK tetap tidak boleh meninggalkan Amerika Serikat.

"Saya memahami kalau situasi dari kasusnya sudah berubah secara mendasar dan saya sepakat risiko dia tidak berada di sini telah berkurang sedikit. Saya membebaskan Strauss-Khan karena ketaatannya pada hukum," tutur hakim Michael Obus.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut mengatakan kasus atas Strauss-Khan kuat dan salah seorang jaksa mengatakan bukti atasnya 'substansial'.

Usai sidang Jumat 1 Juli, pengacara korban, Kenneth P Thomson, tetap yakin pengaduan dari kliennya adalah benar dan Strauss-Khan bersalah dalam dakwaan serangan seksual.

"Satu-satunya pembelaan Dominique Strauss-Kahn adalah hubungan seksual berdasarkan suka sama suka. Itu adalah bohong," tutur Kenneth P Thomson.

Pelapor berbohong

Pelayan hotel yang melaporkan DSK mengatakan dia dikejar di sepanjang koridor hotel mewah, Sofitel New York, dan berupaya mencopot pakaiannya serta memaksanya melakukan seks oral.

Namun, para petugas hukum mengatakan kepada media di Amerika Serikat bahwa pelapor berulang kali berbohong sejak dugaan serangan 14 Mei tersebut.

Pejabat berwenang yakin dia berbohong ketika mengajukan permohonan suaka di Amerika Serikat, khususnya pengakuan dia diperkosa di negara asalnya, Gini, Afrika barat.

"Dia menceritakan seluruhnya kepada jaksa penuntut dan kemudian mengatakan itu bohong," kata seorang aparat penegak hukum kepada kantor berita AP.

Namun Kenneth P Thomson membela kisah kliennya dengan memberikan rincian secara grafis tentang kontak antara DSK dan pelayan hotel itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.