BBC navigation

Pakistan tangkap terduga informan CIA

Terbaru  15 Juni 2011 - 14:50 WIB

Rumah persembunyian Osama bin Laden ini sudah diawasi sejak lama oleh para informan CIA.

Badan intelijen Pakistan (ISI) menangkap lima orang yang diduga sebagai informan badan intelijen Amerika (CIA).

Kelima orang ini dianggap membantu penyerbuan Amerika ke Abottabad yang menewaskan Osama bin Laden bulan lalu.

Salah satu orang yang ditahan ISI itu adalah orang yang menyewakan rumahnya kepada CIA untuk mengawasi rumah persembunyian Osama di Abottabad.

Namun, hingga saat ini ISI belum membuat pernyataan resmi soal kabar penangkapan tersebut.

Beberapa saat setelah Osama bin Laden tewas 2 Mei lalu, para saksi mata kepada BBC mengatakan aparat keamanan Pakistan menahan sedikitnya empat orang warganya.

Dua orang lainnya ditangkap di Abottabad atau di dekat kota yang berjarak sekitar 60km dari Islamabad itu.

Seorang pejabat Amerika kepada The New York Times mengatakan salah satu orang yang ditahan adalah seorang mayor angkatan darat Pakistan.

Anggota militer Pakistan ini mencatat plat nomor sejumlah mobil yang mendatangi rumah persembunyian Osama di Abottabad, beberapa pekan sebelum penyerbuan.

Hubungan memburuk

Hillary Clinton tegaskan pejabat Pakistan tak ada yang melindungi Osama bin Laden.

Serbuan pasukan khusus AS ke Abottabad tanpa memberitahukannya kepada aparat Pakistan membuat hubungan kedua negara memburuk.

Presiden Barack Obama mengatakan keberadaan Osama bin Laden mendapat perlindungan seseorang.

Namun pemerintah Pakistan membantah telah lama mengetahui keberadaan Bin Laden di Abottabad.

Pernyataan ini diperkuat Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang berkunjung ke Pakistan belum lama ini.

Clinton menyatakan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa seseorang di level pemerintahan tertinggi Pakistan mengetahui keberadaan Bin Laden di Abottabad.

Selain soal penyerbuan Abottabad, pemerintah Pakistan sudah lama marah akibat aksi pesawat tempur tanpa awak Amerika di perbatasan Afghanistan.

Serangan pesawat-pesawat terbang ini kerap menewaskan warga sipil selain kelompok militan yang menjadi target.

Dalam beberapa tahun belakangan, Amerika Serikat telah mengucurkan dana miliaran dolar untuk Pakistan, sebagian besar digunakan untuk bantuan militer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.