BBC navigation

Wartawan Meksiko minta suaka ke AS

Terbaru  16 Juni 2011 - 10:44 WIB
Emilio Gutierrez Soto

Gutierrez dan Chavez mengharapkan AS mengabulkan suaka mereka

Tiga wartawan Meksiko yang menghadapi ancaman pembunuhan mendesak pemerintah AS untuk mempercepat permintaan suaka yang mereka ajukan.

Emilio Gutierrez Soto mengatakan dia pertama kali menerima ancaman pada tahun 2005 setelah menulis cerita tentang dugaan keterlibatan milter dalam penyelundupan narkoba di negara bagian utara Chihuahua.

Tiga tahun kemudian, kediamannya diteror dan menerima lebih banyak ancaman.

Dia sempat mengadukan ancaman ini ke pemerintah nasional tapi tidak mendapatkan respon berarti.

Akhirnya dia meninggalkan Meksiko tahun 2008 bersama anaknya yang masih berusia 15 tahun.

Gutierrez kemudian ditahan lebih dari tujuh bulan di pusat penahanan imigrasi AS, sampai ceritanya terungkap di televisi.

Sedangkan anaknya ditahan selama empat bulan. Meski sudah memiliki ijin bekerja tetapi Gutierrez masih belum mendapatkan pekerjaan.

Persidangan imigrasi terhadapnya kemungkinan besar tidak akan terjadi sebelum 2012.

Dia memohon kepada pemerintah AS untuk membuat keputusan atas kasusnya dan terhadap sesama rekan wartawan yang mengalami nasib serupa.

Zona senyap

Sementara itu wartawan Ricardo Chavez Aldana, yang sering menyerang kartel narkoba disiaran radio, harus kehilangan keponakannya yang dibunuh di depan rumahnya.

Dia, beserta istri, anak dan ibunya juga mendapatkan ancaman mati sampai akhirnya memutuskan untuk menyeberang perbatasan menuju El Paso, Texas pada tahun 2009.

"Kekerasan terhadap wartawan Meksiko menciptakan zona senyap"

Angela Kocherga

''Saya telah meliput lebih dari 4.000 pembunuhan,'' katanya kepada kelompok wartawan yang berkumpul di kawasan wisata Disney Coronado.

''Mereka menghancurkan Meksiko. Mereka membunuh anak-anak, wanita hamil,'' kata Chavez saat berbicara tentang perang narkoba di Meksiko.

Wartawan lain yang mendapat ancaman serupa adalah Alejandro Hernandez Pacheco, seorang juru kamera untuk TV Televisa.

Dia pernah diculik bersama tiga wartawan lainnya pada bulan Juli tahun lalu di Durango, Meksiko.

Penculikan dilakukan oleh salah satu kartel narkoba terbesar di Meksiko yang menuntut agar Televisa tidak menyiarkan lagi berita soal geng narkoba.

Dia dibebaskan seminggu kemudian, dan melintas perbatasan bulan Oktober 2010.

Semua permintaan suaka tiga wartawan ini masih ditunda, dan sementara menunggu mereka juga menghadapi tantangan tambahan atas kekhawatiran publik AS atas banjir imigran dari Meksiko.

Bagaimanapun mereka menegaskan tidak akan kembali ke Meksiko.

Setidaknya 66 wartawan tewas terbunuh dalam empat tahun terakhir di Meksiko.

Angela Kocherga dari Belo TV, yang meliput kasus permintaan suaka dan ancaman mati terhadap wartawan mengatakan ''kekerasan terhadap wartawan Meksiko menciptakan zona senyap.''

''Ini adalah perang disamping rumah, dan justru kami lebih tahu atas apa yang terjadi di Afghanistan,'' tambah Kocherga.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.