WEF di Jakarta ditutup tanpa kesepakatan penting

Terbaru  13 Juni 2011 - 19:58 WIB
Mari Pangestu dan Pascal Lamy

Para Menteri Perdangan Asia Timur tetap mendukung negosiasi Putaran Doha.

Tidak ada kesepakatan berarti yang dicapai saat World Economic Forum East Asia hari ini, Senin 12 Juni, secara resmi ditutup.

Meski ingin mendorong negara Asia Timur untuk lebih berperan dalam perekonomian dunia, forum yang diikuti oleh sekitar 600 pengusaha dari 40 negara ini tampaknya lebih digunakan sebagai sarana penjajakan untuk melakukan investasi di kawasan.

Dalam Putaran Doha -yang menjadi salah satu pembahasan di hari penutupan- para Menteri Perdagangan hanya menghasilkan kesepakatan yang isinya berupa tetap mendukung negosiasi Putaran Doha, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Sigit Purnomo.

Padahal Menurut Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Pangestu, Asia Timur akan menjadi kawasan yang paling dirugikan jika Putaran Doha yang mengatur tentang negosiasi perdagangan gagal.

Marie mengatakan kawasan ini bisa mendapatkan keuntungan dari perdagangan yang terbuka dan sebaliknya akan terpengaruh buruk atas peningkatan proteksi pedagangan.

Pada hari terakhir WEF di Jakarta, Senin 13 Juni, hadir Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy.

Dalam sesi yang membahas tentang WTO, dia mendesak negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand agar membantu mencapai sebuah kompromi atas poin penting dalam negosiasi, yaitu mengurangi tarif industri.

"Ada sebuah teluk yang besar diantara AS di satu sisi dan Cina, India serta beberapa negara lainnya disisi yang berseberangan," kata Lamy.

Putaran Doha

"Juga melibatkan negara ekonomi besar, terutama negara yang merasa lebih membutuhkannya untuk kembali berunding. Kami semua bersedia untuk berunding sejak pertama dengan sebuah solusi."

Mari Pangestu

Negara berkembang menginginkan untuk memotong tarif menjadi nol, tetapi Cina dan negara lainnya menolak permintaan tersebut.

“Ini hanya satu dari 20 isu penting, tetapi 19 lainnya, dalam pandangan saya, siap untuk disimpulkan jika berhasil menemui satu titik persamaan di masalah tarif industri,'' kata Lamy.

Kawasan ekonomi Asia Timur sendiri mengaku mencoba untuk memecah kebuntuan dan siap untuk bertanggung jawab.

Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Pangestu, menegaskan bahwa jelas upaya memecahkan kebuntuan itu bukan hanya pekerjaan Asia Timur.

''Juga melibatkan negara ekonomi besar, terutama negara yang merasa lebih membutuhkannya untuk kembali berunding. Kami semua bersedia untuk berunding sejak pertama dengan sebuah solusi,'' tegas Mari.

Berlangsung di di Thailand

Komitmen Asia Timur

Namun jelas Asia timur menyatakan tetap berkomitmen dengan Putaran Doha meski kemungkinan tidak akan selesai tahun ini.

Lim Hng-Kiang, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, menegaskan kembali kalau Asia Timur membutuhkan terwujudnya Putaran Doha.

Di tahun 2011, Mari Pangestu mengatakan Asia Timur akan fokus kepada ''panen dini'' dalam negosiasi Doha, seperti kuota dan akses bebas pakan ke negara miskin.

''Juga memungkinkan untuk memberikan bantuan komponen paket agrikultur pada tahun ini,''

''Kita harus kreatif dan berfikir diluar kotak,'' tambah Mari.

World Economic Forum-East Asia pada tahun 2012 mendatang tetap akan dilangsungkan di Thailand, meski dibayang-bayangi oleh situasi politik yang memanas di negara tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.