BBC navigation

Anak Fujimori bertarung di pilpres babak kedua

Terbaru  5 Juni 2011 - 19:20 WIB
Keiko Fujimori dan ayahnya, mantan Presiden Peru Alberto Fujimori

Keiko Fujimori dituding ingin menjadi presiden agar bisa mengampuni ayahnya

Para pemilih di Peru akan memberi suara mereka hari Minggu ini (5/6) dalam pemilihan presiden putaran kedua.

Mereka harus memilih antara Keiko Fujimori, anak perempuan mantan presiden Peru yang dipenjara Alberto Fujimori, dan Ollanta Humala, politisi yang pernah menjadi sekutu Presiden Venezuela, Hugo Chavez.

Kedua kandidat berasal dari haluan politik yang sangat bertentangan - yang membuat sebagian pemilih Peru mengatakan mereka tidak akan memilih salah satu diantara keduanya.

Keiko Fujimori, 36 tahun, menarik banyak pemilih yang masih mengagumi ayahnya, Alberto, yang menjabat presiden selama 10 tahun sejak tahun 1990.

Alberto sekarang mendekam di penjara selama 25 tahun karena korupsi dan membentuk berbagai regu tembak.

Keiko membela kebijakan ayahnya dan mengatakan dengan menurunkan hiperinflasi dan mengalahkan para pemberontak Marxis Jalan Terang, ayahnya membangun dasar bagi pertumbuhan ekonomi Peru yang pesat saat ini.

Dia mendukung kebijakan ekonomi pasar bebas dan mendukung pendekatan yang keras terhadap kejahatan.

Ollanta Humala dikhawatirkan akan meniru kebijakan Hugo Chavez

Namun para pengecamnya menuding, tujuan dia menjadi presiden adalah untuk mengampuni ayahnya.

Kalau menang, Keiko Fujimori akan menjadi presiden perempuan pertama Peru.

Pertarungan ketat

Ollanta Humala, 48 tahun, berhaluan kiri dan menginginkan peranan negara yang lebih besar.

Dia pernah melakukan aksi pemberontakan singkat terhadap Alberto Fujimori pada tahun 2000 dan kalah tipis dari Alan Garcia dalam pilpres tahun 2006.

Humala dituding melakukan pelanggaran HAM dalam pertempuran melawan pemberontak Jalan Terang di tahun 1990-an, ketika dia menjadi kapten angkatan darat.

Para pengecamnya juga khawatir dia akan melakukan kebijakan intervensi pemerintah yang terlalu besar seperti yang dilakukan oleh Presiden Hugo Chavez di Venezuela.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan hasil pemilihan presiden ini ketat dan sulit diterka pemenangnya.

Kedua capres ini memimpin pengumpulan suara di putaran pertama tanggal 10 April lalu. Mereka menyingkirkan tiga kandidat lainnya yang berhaluan tengah.

Namun Fujimori maupun Humala tidak berhasil meraup suara paling tidak 50%, yang dibutuhkan untuk bisa langsung menang.

Kandidat yang menang hari ini akan menggantikan Presiden Alan Garcia, yang tidak dibolehkan lagi mencalonkan diri untuk kedua kalinya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.