BBC navigation

500 pengungsi Meksiko ditemukan di truk

Terbaru  18 Mei 2011 - 08:52 WIB
Pengungsi ilegal

Skeitar 400 orang pengungsi berasal dari Guatemala, dan sebagian kecil lainnya dari Cina, Jepang, Nepal dan India.

Lebih dari 500 pengungsi ilegal ditemukan dimasukan secara paksa kedalam gandengan truk yang berasal dari Meksiko menuju AS.

Sekitar 513 pengungsi itu berasal dari negara Amerika Latin dan Asia, mereka ditemukan ketika tengah menempuh perjalanan dalam kondisi 'yang tidak manusiawi', kata polisi.

Empat orang ditangkap dengan tuduhan melakukan penyelundupan manusia, kata pejabat polisi.

Polisi menemukan truk gandengan yang berisi pengungsi itu di salah satu negara bagian Meksiko, Chiapas, daerah dengan kasus perdagangan manusia terbesar di negara itu.

Keberadaan para pengungsi itu diketahui petugas polisi melalui pemeriksaan dengan X-ray di wilayah perbatasan, mereka akan diselundupkan ke AS.

Kantor Berita AP memberitakan para pengungsi itu berada dalam kontainer truk selama beberapa jam perjalanan, dan kekurangan air dan udara.

"Kami menderita, ini sangat panas dan kami memegang tali," kata salah seorang pengungsu asal Honduras.

Polisi menyakini para pengungsi asing ini harus membayar sekitar $ 7.000 dollar AS, per orang kepada para pelaku perdagangan orang, yang akan membawa mereka ke AS.

Para pengungsi sebagian besar berasal dari Guatemala, Ekuador dan El Salvador yang sejumlah kecil lainnya dari Cina, Jepang, Nepal dan India.

Dalam truk kontainer itu juga ada 32 orang pengungsi perempuan dan 4 anak-anak.

"Jumlah orang yang ditemukan dalam operasi penyelamatan pengungsi ilegal ini merupakan yang terbesar dan melakukan perjalanan dengan kondisi yang tidak manusiawi," kata juru bicara polisi kepada AFP.

Truk itu diberhentikan oleh petugas di jalan raya dekat dengan negara bagian Chiapas, Tuxtla Gutierrez.

Sekitar setengah juta pengungsi ilegal mencoba melintasi perbatasan Meksiko menuju AS setiap tahunnya.

Organisasi pemerhati HAM mengatakan banyak pengungsi yang kemudian terjebak dalam kelompok kriminal yang mengeksploitasi dan memperlakukan mereka dengan kejam.

Link terkait

Topik Terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.