BBC navigation

Anak Osama kritik pembunuhan ayahnya

Terbaru  11 Mei 2011 - 08:00 WIB
Omar Bin Laden

Keluarga tak yakin Osama sudah meninggal dunia karena tak ada bukti fisik maupun foto

Anak-anak Osama Bin Laden mengkritik pemerintah AS karena dianggap melakukan "pembunuhan tanpa dasar".

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim kepada koran New York Times, keluarga Bin Laden minta penjelasan kenapa pimpinan al-Qaida itu tidak ditangkap hidup-hidup saja.

Keluarga dan kerabat yang ditangkap dalam penyerbuan tanggal 2 Mei di Pakistan juga harus dibebaskan, kata pernyataan itu.

Pernyataan lain yang muncul pada sebuah halaman sebuah situs jihadis menyebut penguburan Osama di laut "merendahkan dan mempermalukan keluarganya".

Osama Bin Laden ditembak mati oleh pasuka khusus AS dalam sebuah operasi penyerbuan sangat rahasia di sebuah rumah bertembok tinggi di kota tenang Abbottabad, Pakistan.

Pernyataan yang diterbitkan New York Times itu diatasnamakan anak keempat Osama, Omar Bin Laden, yang berkali-kali menegaskan dirinya tak sepaham dengan ideologi ayahnya.

Menurut pernyataan itu, tanpa ada bukti keberadaan jenazah atau foto bukti kuat lain, keluarganya tidak yakin Osama sudah meninggal dunia.

Namun bila benar dia tewas, kata pernyataan itu, maka keluar mempertanyakan "kenapa seorang yang tidak bersenjata tidak ditahan dan disidangkan dalam sebuah persidangan supaya kebenaran akhirnya diketahui seisi dunia".

Penghinaan

Menurut keluarga, pembunuhan atas Osama melanggar hukum internasional padahal orang-orang seperti mantan Presiden Irak Saddam Hussein atau Presiden Serbia Slobodan Milosevic pun diberi kesempatan untuk disidangkan.

"Kami berpendapat bahwa pembunuhan tanpa dasar bukan solusi untuk masalah politik dan kriminal karena keadilan harus ditegakkan."

Keluarga itu minta dilakukan penyelidikan atas pembunuhan Osama yang "langsung dihabisi tanpa pengadilan" serta menuntut pembebasan tiga istri dan beberapa anaknya, yang diyakini masih berada dibawah tahanan aparat Pakistan.

Menurut pernyataan itu keputusan AS untuk membuang jenazah di laut juga telah merampas hak keluarga untuk melakukan ritual sesuai agamanya.

Masih terkait tewasnya Osama, Presiden AS Barack Obama mendesak Pakistan agar menyelidiki kenapa mantan pemimpin al-Qaida itu bisa hidup nyaman bertahun-tahun di tempat yang sangat berdekatan dengan garnisun polisi di Abbottabad tanpa ketahuan.

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani telah menjawab dengan mengatakan tudinga bahwa aparat Pakistan melindungi Osama adalah "ngawur".

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.