BBC navigation

Umat Kristiani gelar doa bersama kenang penyerangan gereja di Kairo

Terbaru  9 Mei 2011 - 14:46 WIB
Aksi demo Kristiani Koptik

Penganut Koptik menilai militer Mesir membiarkan korban di pihaknya berjatuhan

Umat Kristiani di Mesir menyelenggarakan aksi doa bersama di dekat Lapangan Tahrir sebagai bentuk protes akan serangan terhadap dua gereja pada Sabtu (07/05) malam yang menewaskan dua belas orang dan mencederai sekitar 200 korban lainnya.

Ini bukan aksi hening pertama yang digelar kelompok Kristiani yang marah karena memandang militer gagal melindungi umat di Mesir.

Mereka berkumpul di halaman kantor televisi milik negara dekat Lapangan Tahrir diikuti dengan aksi perkabungan tiga hari yang telah ditetapkan para tokoh Kristiani setempat.

Seperti dilaporkan wartawan BBC di Kairo, Jonathan Head, pemerintah menjanjikan akan mengambil sikap keras terhadap perusuh yang menyerang rumah ibadah, namun janji semacam ini sudah pernah diucapkan sebelumnya dan tidak banyak membuahkan hasil.

Menurut kantor berita AP, penganut Kristen Koptik memilih bermalam diluar komplek televisi negara agar seruan mereka untuk menuntut keadilan didengar.

Pemuka Islam di mesir sendiri juga dikutip mengutuk serangan itu dan memperingatkan bahaya akan memuncaknya ketegangan di tengah periode transisi setelah Presiden Mubarak lengser dari jabatannya.

"Kejadian seperti ini tidak menguntungkan siapapun; Muslim atau Koptik," tegas Ahmed al-Tayyeb, seorang Imam Masjid agung al-Azhar, seperti dikutip koran Al-Ahram.

Dalam aksi revolusi 18 hari menumbangkan Mubarak, muncul semangat bersatu yang langka terjadi antara kelompok Muslim dan Kristiani.

Masing-masing saling melindungi saat beribadah di Lapangan Tahrir, jantung kegiatan demo.

Belakangan justru kelompok Salafi, yang dituding konservatif dan militan, yang diduga melakukan aksi penyerangan dan pembakaran terhadap dua gereja di Kairo sepanjang akhir pekan lalu.

Yang terjadi di Mesir, menurut Jonathan Head, adalah kevakuman keamanan, akibat bergesernya peran polisi dari wilayah konflik komunal setelah era Mubarak.

Kelompok Salafi tidak banyak dikenal pada era Presiden Mubarak, namun kini mereka mampu menggerakkan massa menjadi kelompok demo yang agresif dengan dalih ada ancaman terhadap Islam, dan menyebabkan munculnya ketegangan komunitas.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.