Pabrik rokok menangi gugatan puluhan rumah sakit

Terbaru  30 April 2011 - 14:03 WIB
Rak berisi produk rokok

Masalah rokok mengakibatkan kerugian finansial luar biasa besar tiap tahun

Enam perusahaan pemilik pabrik rokok besar AS mengalahkan gugatan dari puluhan rumah sakit setempat yang merawat pasien dengan penyakit terkait bahaya merokok.

Tiga puluh tujuh rumah sakit di negara bagian Missouri mengklaim bahwa perusahaan rokok telah menyebabkan munculnya produk yang "sangat berbahaya diluar nalar".

Mereka menuntut ganti rugi lebih dari US$455 juta (atau setara dengan Rp4,6 triliun) sebagai ongkos pengobatan para perokok tanpa jaminan asuransi yang tidak membayar biaya perawatan rumah sakit.

Rumah sakit merawat para pasien yang tidak mampu, tanpa bayar.

Menurut perwakilan rumah sakit, mereka diikat oleh kode etik untuk tetap merawat pasien yang sedang membutuhkan terlepas dari kemampuan mereka untuk membayar.

Dalam kasus rumah sakit mengklaim perusahaan rokok memanipulasi kandungan nikotin dalam sigaret dan menyembunyikan efek buruk dari merokok terhadap kesehatan.

Namun juri di pengadilan St Louis menolak klaim tersebut.

"Juri sepakat dengan Philip Morris Amerika yang menyatakan rokok biasa tidak dirancang dengan abai atau tidak efektif," kata perwakilan Phillip Morris, Murray Garnick.

Sementara seorang pejabat dari Lorillard, perusahaan rokok lain yang juga dituntut, mengatakan: "Bukti-bukti memberatkan yang diajukan pada juri, termasuk dari saksi rumah sakit, menunjukkan bahwa rumah sakit tidaklah menderita kerugian separah yang mereka katakan."

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.