BBC navigation

Anggota parlemen Suriah mundur sebagai protes

Terbaru  24 April 2011 - 14:41 WIB
Aksi demo di Suriah

Konsesi politik dan pendekatan kekerasan dilakukan aparat, tidak membuahkan hasil

Dua anggota parlemen di Suriah menyatakan pengunduran diri sebagai bentuk protes terhadap aksi pembunuhan para peserta aksi demo oleh pasukan keamanan negeri itu.

Sejumlah pegiat HAM setempat menyatakan lebih dari seratus orang tewas akibat kekerasan dalam dua hari ini.

Dua anggota parlemen yakni Naser Hariri dan Khalil Rifai merupakan wakil dari kota Daraa di selatan yang bergolak akibat gelombang aksi protes yang menghendaki mundurnya Presiden Bashar al Assad.

Menurut salah satu diantara dua anggota parlemen itu, pasukan yang loyal pada Presiden Assad lah yang menembaki warga sipil serta membunuh orang semena-mena.

Hari Sabtu setidaknya 12 orang tewas saat tengah menghadiri prosesi pemakaman sekelompok warga sipil yang tewas ditembak di tengah aksi demo Jumat sebelumnya.

Laporan lain dari Suriah menyebut aparat telah menangkap dan menahan pegiat dan tokoh oposisi dalam upaya melumpuhkan gerakan demonstran.

Namun aksi demo menentang pemerintah justru meluas meskipun banyak yang tidak seacra langsung meneriakkan slogan menumbangkan penguasa.

Wartawan BBC Owen Bennet Jones, yang berada di Beirut, Libanon melaporkan beredarnya rekaman video dari telepon genggam yang menunjukkan warga sipil Suriah lari tunggang-langgang ditengah tembakan yang dilepas aparat terhadap kerumunan massa dalam pemakaman.

Upaya penguasa untuk mengambil hati para demonstrasn, termasuk yang paling utama dengan membatalkan UU darurat negara, gagal sehingga kini pemerintah snagat bergantung pada kekuatan keamanan untuk mempertahankan kontrol atas warganya.

Sejauh ini upaya itu juga belum menampakkan hasi dan konfrontasi berdarah nampaknya masih akan berlanjut.

Terakhir muncul pula sejumlah peringatan tentang bahaya dari kelompok gang bersenjata di beberapa tempat di negeri itu, yang disebut-sebut menyerang petugas keamanan, sebagaimana diberitakan kantor berita milik negara di ibukota Sana.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.