BBC navigation

Protes di Suriah masih berlanjut

Terbaru  18 April 2011 - 09:13 WIB
Demonstrasi di Suriah

Demonstrasi di Suriah terjadi di sejumlah kota dan menyebabkan sekitar 200 orang tewas

Ribuan orang demonstran turun ke jalanan di sejumlah kota di Suriah, meskipun Presiden Bashar al-Assad telah menjanjikan reformasi.

Demonstrasi terjadi di Aleppo, Baniyas, Lattakia, Deraa dan di dekat Kota Suwaida.

Saksi mata mengatakan setidaknya empat orang tewas tertembak di Kota Homs.

Sekitar 200 orang tewas dan ratusan lainnya ditahan karena terlibat dalam protes yang terjadi selama beberapa pekan ini.

Wartawan BBC, Owen Bennett-Jones melaporkan dari Lebanon, tentang reaksi masyarakat yang tidak puas atas pernyataan Presiden Suriah itu.

Seperti diberitakan Kantor Berita AP, saksi mata mengatakan para demonstran berkumpul di lapangan utama Kota Deraa setelah sholat Dzuhur, dan mendengar seruan agar rezim yang berkuasa turun dari jabatannya.

Sementara itu di kota pelabuhan utama di Suriah, Lattakia, ribuan orang menggelar protes di sore hari, setelah pemakaman korban tembak yang tewas Jumat (15/4) lalu.

Demonstrasi dilakukan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Suriah, yang menandai keberangkatan tentara Prancis 65 tahun lalu.

Di Talbiseh, bagian utara Kota Homs, pasukan keamanan menembak kerumunan yang tengah mengikuti proses pemakaman. Setidaknya empat orang tewas dan belasan lain terluka dalam peristiwa itu.

Sabtu (16/4) lalu, Presiden Assad mengatakan undang-undang darurat yang telah berlaku di negara itu selama 48 tahun akan dicabut pada pekan depan.

"Saya rasa komisi telah menyelesaikan pekerjaannya pada Kamis, dan rekomendasi akan diberikan kepada pemerintah dan secepatnya akan menjadi Undang-undang. Saya tidak tahu berapa hari lagi akan selesai dan saya rasa batas waktu untuk mencabut aturan darurat akan berakhir pada pekan depan," kata dia.

Undang-undang keamanan yang baru akan menggantikan aturan yang lama, dan dia menambahkan pemerintahan baru juga harus mempelajari sistem multipartai dan kebebasan pers yang lebih baik.

Pencabutan Undang-Undang Darurat - yang melarang orang berkumpul lebih dari lima orang - merupakan salah satu tuntutan demonstran.

Pidato Presiden Assad dilakukan menyusul demonstrasi besar pada Jumat (15/4), yang diikuti oleh puluhan ribu orang di Ibukota Suriah, Damaskus.

Assad menyalahkan kelompok bersenjata atas kekerasan yang terjadi beberapa pekan ini menimbulkan kerusuhan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.