Sembilan bulan untuk tangani krisis nuklir

Terbaru  17 April 2011 - 14:41 WIB
Fukushima

Butuh waktu sembilan bulan untuk tangani krisis nuklir di PLTN Fukushima

Operator PLTN Fukushima Daiichi yang mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami mengatakan krisis nuklir di pembangkit itu bisa dikuasai dalam waktu sembilan bulan.

Tokyo Electric Power Co (Tepco) mengatakan waktu sembilan bulan itu ditujukan untuk mengurangi bocoran radiasi dalam tiga bulan dan untuk mendinginkan reaktor dalam waktu sekitar tiga hingga enam bulan.

Tepco juga mengatakan berencana untuk melindungi bangunan reaktor, yang rusak parah akibat gempa besar dan tsunami 11 Maret silam.

Pernyataan ini mengemuka sesaat setelah AS berjanji akan membantu Jepang dalam upaya rekonstruksi.

Sebelumnya diberitakan kalau tingkat radiasi di laut dekat reaktor 2 meningkat 6.500 kali dari batas aman pada Jumat kemarin, atau meningkat 1.100 dari sehari sebelumnya yang menimbulkan adanya bocoran baru.

Tsunehisa Katsumata, ketua Tepco, dalam konferensi pers di Tokyo mengatakan kalau mereka membutuhkan waktu sembilan bulan ini untuk membuat PLTN ''dingin dan tertutup''.

Dia mengatakan rencana ini juga akan membuat puluhan ribu warga di sekitar PLTN untuk kembali ke rumah mereka masing-masing dari tempat penampungan secepatnya.

"Kami dengan tulus mengucapkan permohonan maag akibat masalah ini,'' kata Katsumata

"Kami mengerahkan semua kemampuan kami untuk mencegah krisis semakin memburuk.''

Tepco berencana untuk mengirim dua robot kendali jarak jauh masuk kedalam gedung reaktor hari Minggu (17/04) untuk mengukur tingkat radiasi dan suhu ruangan.

Sejak bencana tidak ada satupun pekerja yang masuk kedalam setiap bangunan reaktor.

Sekitar 14.000 orang meninggal dan 14.000 lainnya hilang pasca gempa dan tsunami lima pekan lalu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.