Gaji rendah, tentara Burkina Faso protes

Terbaru  15 April 2011 - 14:29 WIB

Tentara Burkina Faso saat pertemuan dengan pemerintah membahas perbaikan gaji.

Suara tembakan terdengar dari barak pasukan elit pengawal presiden Burkina Faso di ibukota Ouagadougoue mewarnai aksi protes terkait belum dibayarnya subsidi perumahan.

Setelah itu, tembakan juga terdengar di bagian lain kota, kemungkinan di barak tentara lainnya.

Sebelumnya, Presiden Blaise Compaore mencoba menenangkan para tentara yang mengeluhkan rendahnya gaji dan buruknya kondisi militer.

Selain protes tentara, pada Kamis (14/4) seperti dilaporkan kantor berita AFP, masyarakat juga melakukan protes atas melonjaknya harga bahan pokok dan aksi kekerasan terhadap warga sipil.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Burkina Faso soal aksi protes tentara tersebut. Namun, diduga kuat protes ini akibat belum dibayarnya tunjangan subsidi perumahan.

Presiden Compaore sudah berkuasa sejak kudeta 1987 dan kemudian memenangkan empat pemilihan umum termasuk pemilu November 2010 lalu.

Pada saat tembakan terjadi di kamp militer itu, presiden dikabarkan tidak berada di kediamannya.

Burkina Faso, negeri miskin berpenduduk 16,3 juta ini terpengaruh dengan kekacauan politik yang terjadi di negeri tetangga Pantai Gading.

Bank Dunia memperingatkan konflik di Pantai Gading mengganggu ketersediaan pangan dan mengakibatkan harga makanan olahan seperti susu, gula dan minyak sayur di Burkina Faso dan beberapa negeri yang tak memiliki laut lain seperti Mali dan Niger melonjak.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.