BBC navigation

Ledakan di ibukota Belarus tewaskan 11 orang

Terbaru  11 April 2011 - 20:52 GMT
Ledakan di ibukota Belarus, Minsk

Peesiden Lukashenko mengkaitkan ledakan di Minsk dengan ledakan tahun 2008.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan 11 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat ledakan di jaringan kereta bawah tanah di ibukota Minsk.

Dia juga menggelar hening cipta untuk menghormati korban akibat ledakan yang menghantam sebuah stasiun kereta bawah tanah yang dekat dengan kantor dan kediamannya itu.

Penyebab ledakan yang terjadi pada sore hari pukul 17.55 waktu setempat ini masih belum diketahui.

Namun dalam pidatonya di televisi, Lukashenko mengatakan ledakan ditujukan untuk melemahkan perdamaian dan stabilitas.

Dia juga memberi petunjuk tentang keterlibatan pihak asing dan mengkaitkan ledakan ini dengan ledakan di sebuah konser musik pada tahun 2008 yang melukai 50 orang.

"Ini mungkin berkaitan dalam satu rantai. Kita harus menemukan siapa yang mendapat keuntungan dari upaya melemahkan perdamaian dan stabilitas di negeri ini, siapa yang berdiri di belakangnya."

"Saya tidak menutup kemungkinan kalau ledakan ini merupakan hadiah dari luar negeri," tambahnya.

Atap stasium ambruk

Sejumlah saksi mata mengatakan ada kilatan sinar dan ledakan ketika para penumpang ke luar dari stasiun yang baru saja tiba di stasiun Oktyabrskaya, di pusat kota Minsk.

Ada yang mengatakan sebagian dari atap stasiun ambruk setelah ledakan tersebut.

"Saya tidak menutup kemungkinan kalau ledakan ini merupakan hadiah dari luar negeri."

Presiden Alexander Lukashenko

"Banyak aparat pasukan khusus, juga ambulans dan pemadam kebakaran," kata Maskim Lew, seorang saksi mata, kepada Radio Ekho Moskvy.

"Beberapa orang mendapat perawatan di tempat, beberapa dibawa pergi dan yang masih sadar atau dalam keaadaan nornal dobantu masuk ambulans."

Jaringan kereta bawah tanah Minsk ditutup dan juru bicara kepolsian mengatakan Minsk berada dalam keadaan siaga tinggi.

Pintu ke luar dari stasiun Oktyabrskaya mengarah ke kantor Presiden Lukashenko dan kediamannya serta ke kantor Dewan Keamanan Negara.

Lukashenko -yang memerintah Belarus sejak tahun 1994- menyatakan kemenangan dalam pemilihan Desember lalu namun pengamat internasional mengkritik pemilihan itu.

Sejak pemilihan, ketegangan politik meningkat di salah satu negara bekas Uni Soviet itu dan sejak awal tahu ini, Belarus menghadapi kesulitan ekonomi.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.