
Dialog soal Ahmadiyah tidak dihadiri JAI dan para pegiat HAM karena dianggap tidak netral
Tanpa dihadiri perwakilan Jemaah Ahmadiyah dan kalangan LSM, pemerintah Indonesia hari ini tetap menggelar dialog membahas kasus Ahmadiyah.
Sebagian kalangan menganggap dialog ini tidak akan menyelesaikan persoalan, selama pihak yang bersengketa tidak terbuka dan menganggap ajaran lain sesat.
Dialog yang digelar tertutup dan akan berlangsung selama lima hari ini dihadiri sebagian besar pihak yang selama ini menentang Ahmadiyah.
Selain Majelis Ulama Indonesia, ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Front Pembela Islam, hadir sebagai pembicara.
Sejumlah ahli hukum Islam, tata negara, serta perwakilan pemerintah daerah juga dihadirkan.
'Tidak netral'
Walaupun tanpa dihadiri Jemaah Ahmadiyah dan pegiat HAM, Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat menolak apabila dialog ini dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.
Dialog soal Ahmadiyah tanpa Ahmadiyah
Kemenag tetap mengadakan dialog soal Ahmadiyah walaupun perwakilan JAI menolak datang karena merasa penyelenggara tidak netral. Laporan Heyder Affan.
Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.
"Ini kan justru menyikapi perkembangan terakhir. Dari SKB, implementasi, ternyata juga dalam hal-hal tertentu belum sepenuhnya dilaksanakan, apa kesulitan yang mereka hadapi kan itu bisa disampaikan di forum ini," kata Bahrul.
Jemaah Ahmadiyah menolak hadir dalam dialog ini, karena mereka menganggap penyelenggaranya tidak netral.
Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jajat Burhanudin, pesimis dialog ini akan menyelesaikan persoalan Ahmadiyah.
Dia menduga arah dialog ini akan bermuara pada dukungan pada keberadaan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri yang disebutnya menolak keberadaan Ahmadiyah.
Itulah sebabnya Jajat mengatakan, butuh waktu yang panjang untuk menuntaskan persoalan ini.
Pihak-pihak yang bersengketa juga dimintanya bersikap terbuka dan tidak tergesa-gesa menilai ajaran Ahmadiyah menyalahi Islam.










