BBC navigation

Rencana perubahan konstitusi Mesir

Terbaru  19 Maret 2011 - 05:06 GMT
Referendum Mesir

Masyarakat memprotes rencana referendum di lapangan Tahrir di Kairo Mesir

Mesir bersiap melakukan pemungutan suara dalam sebuah referendum untuk mengubah konstitusi dalam beberapa pekan setelah jatuhnya pemerintahan Hosni Mubarak.

Perubahan itu, jika disetujui, akan mengurangi masa jabatan presiden dan mengharuskan para pemimpin untuk mengangkat wakilnya.

Dua kelompok politik, Partai Nasional Demokrat dan Ikhawanul Muslimin, mengusulkan perubahan konstitusi itu.

Tetapi, aktivis pro demokrasi mengatakan perubahan jangan terlalu jauh dan ingin agar rencana itu ditolak.

Mereka mengatakan konstitusi harus diubah seluruhnya sebelum pemilihan umum digelar.

Pemenang Nobel Mohamed ElBaradei, yang menjadi tokoh dalam penggulingan Mubarak, mengatakan referendum hanya dapat dilakukan dengan mencantumkan masalah perubahan dengan rinci.

"Ini bukan pembicaraan tentang kekuasaan yang tak terbatas bagi seorang presiden, ini bukan juga pembahasan tentang pengurangan wewenang parlemen, dan tidak membahas tentang kebutuhan memiliki perwakilan independen yang mewakili semua orang," kata dia kepada Kantor Berita AFP.

"Jadi kami akan mengatakan tidak pada esok hari. Sebagian besar masyarakat yang menjadi motor dalam revolusi akan mengatakan tidak."

Proposal yang diajukan berisi :

  • Mengurangi masa jabatan presiden dari enam tahun menjadi empat tahun dan hanya dibolehkan berkuasa selama dua periode.
  • Mengharuskan presiden untuk memilih wakilnya dalam waktu 30 hari setelah terpilih.
  • Membuat kriteria baru bagi kandidat presiden, termasuk usia minimal harus lebih dari 40 tahun dan tidak menikah dengan orang non-Mesir.

Para pengusul perubahan itu tidak secara radikal mengurangi kekuasaan presiden, karena mereka mengatakan perubahan konstitusi akan dilakukan oleh anggota parlemen mendatang.

Pengamat mengatakan dua kekuatan politik mencoba mengambil keuntungan dari pemilihan pendahuluan, karena puluhan partai kecil yang terbentuk setelah jatuhnya pemerintahan Mubarak, belum dapat mengorganisir kelompok mereka dengan baik.

Mubarak mundur pada Februari lalu, setelah masyarakat Mesir menggelar protes selama 18 hari di pusat kota Kairo di Lapangan Tahrir.

Para aktivis kembali melakukan protes pelaksanaan referendum di lapangan Tahrir pada Jumar (18/3) lalu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.