BBC navigation

Pemerintah Bahrain tangkap tokoh oposisi

Terbaru  17 Maret 2011 - 07:20 GMT

Bentrok antara oposisi dan aparat keamanan menewaskan sedikitnya enam orang.

Pemerintah Bahrain dikabarkan menangkap sedikitnya lima orang tokoh oposisi Syiah, sehari setelah bentrokan antara pengunjuk rasa anti pemerintah dan aparat keamanan di ibukota Manama.

Dalam bentrokan itu setidaknya menewaskan tiga demonstran dan tiga orang polisi serta melukai ratusan orang lainnya.

Suasana kota Manama saat ini relatif tenang namun ketegangan masih terasa, apalagi militer masih melakukan patroli dan jam malam masih diberlakukan.

Sejumlah media melaporkan kelompok oposisi yang menuntut reformasi politik saat ini bergerak di bawah tanah untuk merencanakan aksi selanjutnya.

Aksi kekerasan yang terjadi di Manama, mengundang kritik keras dunia internasional termasuk Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah Bahrain dan menyerukan kedua pihak yang berseteru untuk melakukan dialog.

Sayangnya desakan untuk tidak melakukan kekerasan dan menggelar dialog ini diabaikan kedua belah pihak.

"Kami menolak berdialog selama senjata diarahkan ke kepala kami," kata Matar Ibrahim dari Partai Wefaq kepada BBC.

Bahrain negeri kecil dengan penduduk 800.000 jiwa ini juga diguncang krisis politik seperti negara-negara timur tengah lainnya.

Negeri berpenduduk mayoritas Syiah ini dipimpin oleh kelompok minoritas Sunni.

Penduduk mayoritas Syiah melakukan unjuk rasa untuk memperbaiki sistem negeri itu yang dianggap menjadikan warga Syiah sebagai warga negara kelas dua.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.