BBC navigation

Gaddafi bertahan, protes meluas

Terbaru  24 Februari 2011 - 09:31 GMT

Gaddafi melemah

Benghazi Libia

Demonstran di Benghazi kuasai militer Libia

Laporan-laporan dari Libia mengatakan wilayah yang dikuasai oleh Kolonel Muammar Gaddafi semakin berkurang sementara kubu oposisi terus mendapt dukungan.

Para saksi mata di ibukota Tripoli mengatakan wilayah kota itu dijaga ketat oleh pasuka pro Gadddafi dan tank-tank dikerahkan ke daerah perumahan.

Rekaman video di internet memperlihatkan satu kota yang berjarak sekitar 50km sebelah barat Tripoli telah jatuh ke tangan pasukan anti pemerintah.

Putra Gaddafi, Saif al-Islam, tampil di televisi pada hari Rabu (23/02) untuk mengatakan bahwa situasi di negaranya berjalan "normal".

Di Kota Benghazi warga antri untuk mendapatkan senjata yang dijarah dari militer dan polisi dan bergabung dalam gerakan yang mereka sebut sebagai perjuangan merebut Tripoli.

Sejumlah unit militer di Timur mengatakan telah menyatukan komando untuk mendukung para pengunjuk rasa.

Wartawan BBC yang berada di Libia Timur mengatakan Kolonel Gaddafi tampaknya hanya menguasai sebagian kecil wilayah dan kemungkinan bersiap bertahan hingga akhir di rumahnya di Tripoli.

Laporan-laporan media menyebut wilayah itu dijaga ketat oleh kaum yang setia termasuk milisi.

Dalam perkembangan lain:

  • Sejumlah gubernur dilaporkan telah beralih ke kubu oposisi
  • Pasukan pro Gaddafi dilaporkan bentrok dengan oposisi di kota Zawiya, Sarathra dan Ajdabiya, Libia Barat, ketika dalam perjalanan ke kota asal Gaddafi Surt
  • Pendukung oposisi di kota Benghazi dan Tobruk, Libia Timur, merayakan kemenangan dengan mengibarkan bendar dan menyalakan petasan.

Pendukung Gaddafi

Tidak seperti di Mesir atau Tunisia, di Libia keseimbangan kekuasaan tidak berada di tangan militer konvensional.

Namun, hal itu dipegang oleh jaringan rumit yang terdiri dari brigade-brigade paramiliter, "komite revolusi" yang terdiri dari pengikut setia dan dipercaya, para pemimpin kesukuan dan tentara bayaran yang didatangkan dari luar negeri.

Militer Libia sendiri hanya merupakan satu simbol, pasukan yang terdiri dari 40.000 tentara yang tidak dipersenjatai lengkap dan tidak terlatih dengan baik.

Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Gaddafi untuk menghapus resiko kudeta militer, yang membuatnya menjadi pemimpin Libia pada tahun 1969.

Jadi pembelotan sejumlah elemen militer ke kubu pengunjuk rasa di Benghazi tidak akan mengganggu pikiran Kolonel Gaddafi. Tidak hanya karena mereka tidak diperlukan olehnya, badan-badan keamanannya tidak ragu-ragu mempergunakan serangan udara ke barak-barak militer yang terletak di wilayah timur Libia.

Jadi, siapa yang mendukung rejim Gaddafi sehingga dia bisa bertahan, sementara dua pemimpin negara tetangga jatuh akibat aksi protes rakyat?

Keamanan dalam negeri

Seperti banyak negara di Timur Tengah, Libia memiliki aparat keamanan dalam negeri yang dipersenjatai lengkap dan brutal.

Muammar Gaddafi

Gaddafi dengan sengaja membuat militer lemah

Samakan situasinya dengan Stasi di Jerman Timur atau Securitate di Romania sebelum tahun 1989, dimana tidak satu orangpun bisa mengkritik rejim yang berkuasa di depan umum karena khawatir dilaporkan ke polisi rahasia yang sangat ditakuti.

Beberapa putra Kolonel Gaddafi bekerja untuk keamanan dalam negeri ini, tetapi sekarang tokoh utama dalam badan keamanan, baik domestik dan luar negeri, berada di tangan ipar Gaddafi Abdullah Senussi.

Selama dia terus mengatakan kepada Gaddafi untuk terus bersikap keras, kecil kemungkinan Gaddafi akan mundur.

Paramiliter

Libia memiliki sejumlah "brigade khusus" yang berada di bawah Komite Revolusi bentukan Gaddafi, bukan militer.

Salah satunya diduga dipimpin oleh salah satu putra Gaddafi, Hannibal, yang baru-baru ini terlibat perkara dengan polisi Swiss di Jenewa setelah dia dituduh menyiksa pegawai hotel di kota itu.

Paramiliter, yang terkadang dikenal sebagai "Milisi Rakyat", sejauh ini setia pada Kolonel Gaddafi dan lingkaran dalamnnya yang dalam bahasa Arab terkenal dengan nama Ahl- al-Khaimah atau "Orang di dalam Tenda".

Jika paramiliter membelot ke kubu lawan secara masal, kemungkinan Kolonel Gaddafi sulit untuk bertahan.

Tentara bayaran

Ini adalah sisi paling kelam yang muncul ke permukaan akibat gejolak di Libia.

Laporan-laporan media terus menerus menyebut bahwa rejim Kolonel Gaddafi semakin sering mempergunakan tentara bayaran dari Afrika yang kebanyakan berasal dari negara-negara Sahel seperti Chad dan Niger, untuk melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa sipil yang tak bersenjata.

Para saksi mata Libia mengatakan tentara bayaran ini melepas tembakan dari atap gedung ke arah pengunjuk rasa, dan pada dasarnya melakukan perintah yang ditolak oleh banyak tentara Libia sendiri.

Kolonel Gaddafi sudah lama menjalin hubungan dekat dengan negara-negara Afrika setelah menolak Dunia Arab, dan diperkirakan terdapan 500.000 warga asing asal Afrika di negara itu dari enam juta populasi Libia.

Jumlah mereka yang menjadi tentara bayaran diperkirakan tidak banyak namun kesetiaan mereka pada rejim ini dilaporkan sangat tinggi dan dilaporkan beberapa hari ini ada penerbangan tambahan untuk membawa tentara bayaran lebih banyak lagi.

Suku Libia

Suku Libia

Suku-suku di Libia bisa memainkan peran penting

Libia, seperti Yaman dan Irak, merupakan satu negara dimana asal suku menjadi penentu kesetiaan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir perbedaan suku menjadi kabur dan kesukuan tidak lagi penting seperti pada tahun 1969.

Kolonel Gaddafi sendiri berasal dari suku Qadhaththa. Selama 41 tahun berkuasa dia menunjuk anggota suku itu menduduki jabatan penting di rejimnya seperti pada badan yang bertanggungjawab atas keamanan dirinya.

Seperti Saddam Hussein di Irak dan Presiden Saleh di Yaman, Kolonel Gaddafi sangat suka mengadu satu suku dengan suku lain dengan tujuan tidak ada pemimpin suku yang menjadi ancaman terhadap rejimnya.

Pengamat Libia kini berspekulasi apakah rejim Gaddafi akan bisa mewujudkan perkiraan mereka akan perang saudara dengan mempersenjatai suku-suku yang loyal kepada rejim dan mengatasi para pengunjuk rasa yang sudah menguasai bagian timur negara itu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.