BBC navigation

AS dukung pendemo Iran

Terbaru  15 Februari 2011 - 02:18 GMT
Iran protester

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan dukungan penuh kepada ribuan pendukung oposisi yang melakukan aksi demonstrasi di Teheran, Iran, Senin (14/02) kemarin.

Clinton mengatakan kalau mereka layak untuk mendapatkan ''hak yang sama seperti yang mereka saksikan di Mesir'' dan mendesak Iran agar ''membuka'' sistem politiknya agar lebih mendengar suara oposisi dan rakyat.

''Secara jelas dan tegas pemerintah AS mendukung para pendemo,'' kata Hillary Clinton.

''Apa yang kita lihat di Iran ini merupakan sebuah wasiat bagi warga Iran, dan sebuah tanda kemunafikan dari rezim berkuasa di Iran yang dalam beberapa minggu sebelumnya memuji apa yang dilakukan oleh warga Mesir,'' tegas Clinton.

Dalam aksi demonstrasi itu sendiri satu orang dilaporkan tewas akibat ditembak dalam sebuah pertikaian berdarah antara pendemo dengan pasukan keamanan di Teheran.

Lusinan lainnya ditahan, dan para pemimpin oposisi dijadikan tahanan rumah. Mehdi Karroubi, yang pernah bersitegang dengan Mahmoud Ahmadinejad saat pemilihan presiden Juni 2009, merupakan salah satu tokoh yang mengalami penahanan rumah, termasuk pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi.

Sejumlah laporan yang diterima BBC menyebutkan larangan aksi demonstrasi juga berlaku di sejumlah kota seperti Isfahan, Mashhad dan Shiraz.

Aksi kemarin merupakan demo terbesar sejak Desember 2009. Ribuan pendukung oposisi berkumpul di Lapangan Azadi Teheran sebagai bagian dari solidaritas pemberontakan warga di Tunisia dan Mesir.

Mereka berteriak : ''Kematian bagi para diktator''.

Ribuan orang jalan dengan tenang menuju lapangan, kebanyakan adalah kaum muda dan menggunakan celana olahraga yang menandakan kalau mereka telah mengantisipasi untuk lari dari kejaran pasukan keamanan.

Polisi anti huru-hara mulai membubarkan keramaian ini bahkan sebelum aksi dimulai.

Dengan menggunakan sepeda motor, polisi dan Garda Republik mengejar pendemo dan memukulinya dengan tongkat, tetapi hal itu tidak menggentarkan para pendemo.

Pasukan keamanan akhirnya menembakan gas air mata ke kerumunan dan membuat pendemo sulit untuk bernafas. Sejumlah perempuan pingsan, dan banyak pendemo yang ditahan. Sedangkan yang lainnya menggunakan tempat sampah untuk melawan efek gas air mata.

Meski terjadi bentrokan dan kekacauan tetapi sejumlah media dan kantor berita negara melaporkan kalau keadaan dalam keadaan normal.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.