Kronologi unjuk rasa Mesir

Terbaru  11 Februari 2011 - 17:13 GMT
Unjuk rasa di Mesir

Unjuk rasa di Mesir berlangsung sejak tanggal 25 Januari.

Setelah unjuk rasa selama dua minggu dan jatuh sekitar 300 korban jiwa, akhirnya Presiden Husni Mubarak mundur dan kekuasaan diserahkan kepada Dewan Militer.

25 Januari

Ribuan orang Mesir di berbagai kota turun ke jalan setelah beredarnya kampanye lewat internet.

Bentrokan marak antara polisi anti huru-hara dan pengunjuk rasa, yang mengangkat isu kemiskinan dan pengangguran. Beberapa pengunjuk rasa mengatakan tidak akan pergi sampai Mubarak mundur.

28 Januari

Unjuk rasa di Mesir semakin besar. Presiden Mubarak memberlakukan jam malam di Kairo, Iskandariyah, dan Suez. Tentara juga dikerahkan. Namun pengunjuk rasa tidak memperdulikan jam malam.

Terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa sementara penjarahan dilaporkan terjadi di sejumlah tempat. Sedikitnya dilaporkan 26 orang tewas sejak unjuk rasa marak.

Usai sembahyang Jumat, puluhan ribu orang bergabung dengan unjuk rasa di Kairo dan beberapa kota lainnya. Mereka menegaskan tuntutan agar Presiden Mubarak mundur.

Kantor pusat partai yang berkuasa, NDP, dibakar sementara pengunjuk rasa melakukan aksi siaga di kantor penyiaran negara serta kementerian dalam negeri.

Mubarak kemudian membubarkan kabinetnya. Dalam pidato TV nasional, dia mengatakan memahami keprihatinan pengunjuk rasa namun membela tindakan aparat keamanan.

Presiden Barack Obama menelepon Presiden Mubarak dan mengatakan Mubarak harus memberi makna pada janjinya untuk perekonomian yang lebih baik.

29 Januari

Presiden Mubarak menunjuk Kepala Badan Intelijen, Omar Suleiman, sebagai wakil presiden yang sebelumnya tidak ada. Sementara itu Menteri Penerbangan, Ahmed Shafiq, ditunjuk sebagai perdana menteri.

Bentrokan fisik terus berlangsung dan dalam waktu hari belakangan dilaporkan 74 orang tewas.

31 Januari

Militer Mesir menyatakan keberpihakan kepada puluhan ribu pengunjuk rasa dengan mengatakan militer mengakui hak-hak rakyat dan tidak akan menggunakan kekerasan terhadap mereka.

Wakil Presiden Omar Suleiman mengatakan Mubarak meminta dia untuk membuka dialog dengan semua partai politik untuk menempuh reformasi konstitusional.

1 Februari

Unjuk rasa besar-besar berlangsung di Kairo dan beberapa kota lainnya dalam unjuk rasa yang disebut 'pawai sejuta orang.'

Di Lapangan Tahrir, di pusat kota Kairo -yang menjadi pusat dari unjuk rasa menentang Mubarak- beberapa ratus ribu orang bergabung dalam unjuk rasa. Pria, perempuan, maupun anak-anak terlihat di Lapangan Tahrir.

Presiden Mubarak kembali menyampaikan pidato TV dengan menyatakan akan mundur setelah pemilihan presiden September. Dia juga menjanjikan reformasi konstitusi namun akan tetap pada jabatannya untuk menjamin peralihan kekuasaan yang tertib.

2 Februari

Bentrokan

Bentrokan terjadi antara pendukung Mubarak dengan pengunjuk rasa.

Militer meminta para pengunjuk rasa membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing dengan mengatakan pesan mereka sudah didengar.

Para pendukung Presiden Mubarak juga turun ke jalan dan berupaya menduduki Lapangan Tahrir. Terjadi bentrokan antara kelompok anti dan pro-Mubarak dengan menggunakan palang besi, batu, maupun bom molotov.

3 Februari

Bentrokan fisik antara kelompok anti dan pro-Presiden Mubarak berlangsung kembali.

4 Februari

Sekelompok orang tetap menggelar unjuk rasa di Lapangan Tahrir dalam aksi yang mereka sebut sebagai 'hari kepergian.'

Unjuk rasa di Mesir

Pengunjuk rasa bertekad baru akan pulang setelah Mubarak mundur.

Tentara meningkatkan keberadaannya di Kairo dan juga kota-kota lainnya sementara pendukung Mubarak menjaga jarak. Tidak terjadi lagi bentrokan fisik.

5 Februari

Kepemimpinan Partai NDP mengundurkan diri secara massal, termasuk putra Mubarak, Gamal Mubarak.

Sebelum Suleiman ditunjuk sebagai wakil presiden, banyak yang yakin Gamal yang akan menjadi penerus ayahnya.

6, 7, 8 Februari

Para pengunjuk rasa tetap datang ke Lapangan Tahrir di Kairo dan beberapa kota lainnya. Mereka menegaskan baru akan pulang setelah Mubarak mundur.

10 Februari

Para pejabat partai NDP dan juga petinggi militer memberi pertanda bahwa Presiden Mubarak akan mengundurkan diri.

Dengan pengumuman bahwa Mubarak akan menyampaikan pidato televisi, wartawan BBC di Lapangan Tahrir melaporkan suasananya seperti pesta yang meriah.

Namun Presiden Mubarak menyatakan bahwa dia tidak akan mengundurkan diri namun akan menyerahkan sebagian kekusaan kepada Wakil Presiden, Omar Suleiman.

Para pengunjuk rasa marah dan kembali memekik 'Mubarak mundur.'

11 Februari

Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan Husni Mubarak mengundurkan diri.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.