Terbaru  6 Februari 2011 - 08:44 GMT

PM Thailand serukan solusi damai

Akibat bentrokan perbatasan

Bentrokan di perbatasan Thailand-Kamboja menelan korban dari kedua pihak

Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva hari Minggu (6/2) menyerukan penyelesaian damai dalam pertikaian perbatasan dengan Kamboja.

Namun dia juga memperingatkan tentara Thailand akan mempertahankan kedaulatan negara jika diserang.

Bentrokan sengit antara kedua negara pecah hari Jumat (4/2) dan Sabtu (5/2) antara kedua pasukan yang berjaga di masing-masing perbatasan.

Tembakan sporadis artileri menewaskan sedikitnya lima orang, satu penduduk sipil dan satu tentara dari pihak Thailand. Sedangkan dari sisi Kamboja satu orang sipil dan dua tentara tewas.

Gencatan senjata yang disepakati hari Sabtu sejauh ini masih dipertahankan.

"Saya menegaskan bahwa pertikaian perbatasan harus diselesaikan tidak melalui jalan kekerasan," kata PM Abhisit seperti dikutip kantor berita AP.

"Thailand tidak pernah melakukan invasi ke negara manapun namun jika kedaulatan kami dilanggar, kami akan melindunginya," tegas Abhisit.

Gelar pertemuan

Komandan pos perbatasan dari kedua negara bertemu hari Minggu dan mengatakan mereka akan menghormati gencatan senjata dan tidak akan menggelar lebih banyak tentara di kawasan yang dipertikaikan.

Kedua pihak juga sepakat mereka akan mengizinkan warga yang diungsikan agar bisa kembali lagi.

Thailand tidak pernah melakukan invasi ke negara manapun namun jika kedaulatan kami dilanggar, kami akan melindunginya

Abhisit Vejjajiva

"Situasi di sepanjang perbatasan kembali normal namun Kamboja masih mempertahankan posisi membela diri," ujar Mayor Jenderal Srey Doek, komandan pasukan Kamboja yang bermarkas di kuil Preah Vihear seperti dikutip AP.

Sementara itu, juru bicara militer Thailand Kolonel Sansern Kaewkamnerd memberikan petunjuk bahwa pemulangan warga tidak akan segera dilakukan.

"Kami mempertimbangkan apakah daerah itu aman bagi penduduk desa. Jika kedua pihak memegang janjinya dan situasi bisa diseleasikan maka semua warga bisa kembali. Namun keselamatan penduduk desa harus yang pertama diperhatikan," lanjutnya seperti dikutip AP.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan sedikitnya 3000 orang mengungsi sedangkan Kamboja menyatakan 1000 keluarga diungsikan dari daerah konflik.

Suhu politik di wilayah itu meningkat selama beberapa hari terakhir, menyusul penambahan pasukan dari kedua negara di wilayah dekat Candi Preah Vihear.

Sengketa wilayah antara kedua negara semakin meruncing setelah Kamboja memasukan Candi Preah Vihear sebagai cagar budaya dunia pada 2008 lalu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.