Terbaru  22 Januari 2011 - 11:18 GMT

PM Tunisia akan mundur dari politik

mohamed ghannouchi

Mohamed Ghannouchi merupakan sekutu dekat Ben Ali

Perdana menteri Tunisia berjanji akan meninggalkan panggung politik setelah pemilihan umum yang direncanakan berlangsung akibat Presiden Zine al-Abedine Ben Ali lengser.

Dalam wawancara televisi Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi mengatakan akan keluar "dalam jangka waktu sesingkat mungkin".

Pemerintah transisi pimpinannya telah berjanji akan mengadakan pemilihan umum dalam waktu enam bulan, namun hingga sekarang belum menetapkan tanggal.

Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi tanggal 14 Januari. Para pengunjuk rasa mengatakan seluruh tokoh politik yang terkait dengan rezim lama harus mundur.

Ghannouchi merupakan sekutu penting mantan presiden yang disingkirkan itu, dan pemerintah baru pimpinannya kesulitan menegakkan ketertiban di Tunisia.

Dalam wawancara dengan televisi ini, dia mengatakan akan mundur dari dunia politik setelah pemilu dan berjanji kabinet transisi akan menghapus "seluruh peraturan anti demokrasi".

Dia menambahkan bahwa selama di bawah kekuasaan Ben Ali, dia hidup dalam "ketakutan, seperti warga Tunisia lainnya".

Setidaknya 78 orang tewas sejak terjadi gelombang protes yang dimulai akhir bulan Desember.

"Pengorbanan nasional'

Tunisia

Rakyat Tunisia menuntut pemerintah baru lepas dari rejim lama

Ghannouchi telah keluar dari partai RCD pimpinan Ben Ali dan pemerintah sementara memerlukan "tangan bersih" -namun dia juga mengatakan transisi ke arah demokrasi memerlukan para politisi berpengalaman.

Sementara itu serikat buruh terbesar Tunisia, UGTT, meminta pemerintah baru yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan rezim yang disingkirkan.

Wakil ketua UGTT mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "pemerintah pengorbanan nasional" seperti itu "sejalan dengan tuntutan warga yang berdemonstrasi di jalan dan partai-partai politik".

Sehari setelah kabinet terbentuk, empat menteri dari kubu oposisi mundur karena masalah itu.

Kabinet sementara berjanji membebaskan seluruh tahanan politik dan mengatakan kelompok politik yang sebelumnya dilarang kini sah.

Pihak berwenang juga mengumumkan 33 sanak keluarga Ben Ali telah ditahan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Ahmed Friia, salah satunya adalah Imed Trabelsi, keponakan isteri Ben Ali, yang sebelumnya dilaporkan tewas ditusuk.

Ghannouchi juga mengatakan bahwa Tunisia akan memberi ganti rugi kepada korban penyiksaan pemerintah Ben Ali.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.