Terbaru  18 Januari 2011 - 14:59 GMT

Tiga menteri Tunisia mundur

Unjuk rasa di Tunisia

Para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan memprotes pemerintah baru

Tiga menteri mundur dari pemerintah nasional bersatu yang diumumkan hari Senin di Tunisia.

Tiga menteri itu berasal dari Serikat Pekerja Tunisia (UGTT) yang memainkan peran penting dalam aksi protes yang menggulingkan Presiden Ben Ali.

PM Mohammed Ghannouchi membuat marah pengunjuk rasa ketika dia mempertahankan menteri dari rejim lama.

Unjuk rasa kembali terjadi hari Selasa di Tunis dan dilaporkan terjadi di sejumlah tempat.

Demonstrasi dilaporkan terjadi di Sfax, Regueb, Kasserine dan Sidi Bouzid, tempat revolusi dimulai bulan Desember ketika pemuda berusia 26 tahun membakar diri.

Polis anti huru-hara digelar di Tunis pusat karena massa dalam jumlah besar berkumpul menyuarakan kemarahan atas susunan kabinet pemerintahan baru.

Anti rezim lama

Polisi membubarkan sedikitnya satu kelompok unjuk rasa dan di tempat lain, polisi bentrok dengan massa yang melambaikan spanduk dan meneriakkan slogan anti rezim lama.

Polisi Tunisia

Polisi kembali menembakkan gas air mata membubarkan massa

"Kami tidak menginginkan revolusi datang dari partai penjahat," kata seorang pemrotes kepada kantor berita Reuters.

"Kami tidak menginginkan Ghannouchi yang berkuasa di negara ini bersama Ben Ali dan saksi penindasan selama 23 tahun. Kami tidak menginginkan dia," katanya.

Ghannouchi berharap bisa menenangkan pengunjuk rasa dengan mengumumkan pemerintah persatuan nasional yang menyertakan menteri lama di posisi kunci seperti menteri pertahanan, dalam negeri dan luar negeri.

Namun Menteri Muda Perhubungan Anouar Ben Gueddour mengatakan, dia dan dua menteri lainnya Abdeljelil Bedoui dan Houssine Dimassi mengundurkan diri. Ketiganya adalah anggota Serikat Buruh Tunisia, UGTT.

Juru bicara UGTT mengatakan kepada televisi pemerintah keputusan itu diambil karena masih ada menteri dari pemerintahan lama.

Sebelumnya UGTT dilaporkan mengadakan pertemuan darurat yang memutuskan tidak akan mengakui pemerintah baru.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.