Terbaru  10 Januari 2011 - 10:31 GMT

Pembunuh Gubernur Punjab mengaku

Salman Taseer

Gubernur Punjab Salman Taseer dibunuh pengawalnya sendiri

Pengawal gubernur Punjab di Pakistan mengakui di pengadilan bahwa dia lah pembunuh Gubernur Salman Taseer.

Malik Mumtaz Hussein Qadri mengatakan kepada Pengadilan Anti-Terorisme di Rawalpindi bahwa serangan itu dia lakukan sendiri.

Mumtaz Qadri diajukan ke pengadilan sehari lebih awal dari rencana semula agar para pendukungnya tidak datang ke pengadilan.

Pada hari Minggu, 50.000 orang melakukan unjuk rasa di Karachi menentang amandemen undang-undang penghujatan agama.

Amandemen itu antara lain didukung oleh mendiang Salman Taseer.

Mumtaz Qadri yang membunuh Salman Taseer Selasa lalu, setelah ditangkap mengatakan dia marah karena Taseer mendukung perubahan undang-undang penghujatan agama.

Perubahan yang diajukan ke parlemen antara lain mengusulkan penghapusan hukuman mati yang wajib dijatuhkan menurut undang-undang itu.

Selain itu, perubahan yang diajukan bertujuan mengurangi kemungkinan miscarriage of justice atau kegagalan dalam mencapai keadilan.

Wanita Kristen

Undang-undang ini kembali menjadi sorotan kerika seorang wanita Kristen di Pakistan bernama Asia Bibi, dihukum mati atas dakwaan menghina Nabi Muhammad.

Dia membantah tuduhan itu.

Gubernur Taseer juga membuat marah golongan Islam garis keras karena membela Asia Bibi.

Dalam keterngan pers hari Minggu, Perdana Menteri Yousouf Raza Gilani menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak berniat mengubah undang-undang penghujatan itu.

Akan tetapi menteri urusan minoritas Shahbaz Bhatti mengatakan undang-undang penghujatan harus diamandemen agar tidak disalahgunakan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.