Terbaru  8 Januari 2011 - 16:15 WIB

Irak

Tokoh Syiah Irak Sadr sampaikan pidato

Moqtada Sadr

Moqtada Sadr memutuskan bergabung dengan pemerintahan baru

Tokoh Syiah anti Amerika Serikat, Moqtada Sadr mengatakan kepada pengikutnya untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah Irak yang baru.

Ulama radikal ini pertama kali berpidato di hadapan pendukungnya di Najaf setelah tiga tahun mengasingkan diri di Iran.

Bulan lalu, gerakan yang dipimpin Sadr sepakat untuk bergabung dengan pemerintahan baru Irak dan mendapat jatah tujuh menteri dan 39 kursi di parlemen.

Dalam pidatonya, Sadr juga menyerukan perlawanan atas pihak-pihak yang menduduki Irak dan menyerukan perlawanan kepada AS.

Milisi yang dibentuknya, tentara Mehdi, beberapa kali bentrok dengan AS dan pasukan Irak setelah invasi yang dipimpin AS setelah tahun 2003.

"Kita tetap pejuang," kata dia kepada ribuan pengikutnya, dan meminta masyarakat untuk melawan pendudukan dengan sesuatu yang berarti.

Perubahan situasi

Sehari setelah kembali ke negaranya Kamis lalu, Sadr mengunjungi haram al- Imam Ali yaitu makam dan masjid Imam Ali bin Abi Thalib di Najaf yang oleh para penganut Syiah dipandang sebagai tempat suci.

Ribuan pendukungnya berkumpul di tempat suci itu, dengan melantunkan pujian lantang dan berebut untuk melihat Sadr secara langsung.

Suasana kacau itu membuat Moqtada Sadr kemudian mengeluarkan pernyataan agar pendukungnya lebih disiplin, dan tidak meneriakkan banyak slogan.

Wartawan BBC di Baghdad Jim Muir melaporkan karisma Moqtada Sadrbelum tidak hilang di mata kaum Syiah di Irak, meski absen selama empat tahun.

Jim Muir menambahkan situasi di Irak telah berubah sejak Sadr memutuskan untuk meninggalkan negara ini setelah perintah penangkapan terhadap dirinya dikeluarkan.

Milisinya dituduh melakukan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan ribuan orang Sunni selama tahun 2006-2007.

Tahun 2008, milisi Mehdi bentrok dengan militer Irak yang dikomandoi oleh PM Nouri Maliki, sehingga banyak anggota mereka ditahan.

Milisi Mehdi kemudian diminta untuk melucuti senjata dan bubar.

Walaupun begitu pengikut Sadr berperan penting dalam pembentukan pemerintahan Maliki kedua, dan secara perlahan bergabung dengan pemerintah baru.

Menurut Jim Muir, dengan adanya rencana penarikan semua pasukan AS dari Irak pada tahun 2011, prioritas utama bagi masyarakat Irak sekarang adalah mendukung pemerintah baru dan mendorong persatuan dan kesejahteraan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.