Terbaru  25 Desember 2010 - 17:12 GMT

Pengadilan Agama batalkan perkawinan

Malaysia

Perkawinan seorang gadis cilik Muslim berusia 11 tahun dengan seorang pria berusia 41 tahun, dinyatakan tidak sah di Malaysia.

Pengadilan agama menemukan bukti bahwa orang tua dari gadis cilik itu sebenarnya menolak mengawinkannya dan bahwa ada elemen ancaman di dalamnya.

Gadis di bawah usia 16 tahun di Malaysia diperbolehkan kawin dengan ijin pengadilan agama.

Kasus ini mendorong berbagai kelompok hak perempuan untuk menaikkan batas usia minimum perkawinan menjadi 18 tahun.

Lelaki berusia 41 tahun mengambil gadis cilik itu sebagai istri keempatnya di bulan Februari.

Hakim menganggap perkawinan itu tidak sah bukan karena persoalan usia tetapi karena tidak mengikuti hukum Islam.

Sebuah organisasi hak asasi, Sisters in Islam, mengatakan perkawinan anak-anak terus saja terjadi karena orang Malaysia menganggap seorang gadis bisa dikawinkan begitu mereka melewati masa pubertas.

Awal bulan ini juga terjadi perkawinan antara seorang gadis berusia 14 tahun dengan seorang guru berusia 23 tahun secara terbuka di Kuala Lumpur.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.