Terbaru  10 Desember 2010 - 01:18 GMT

Liu Xiaobo tidak hadir dalam pemberian Nobel Perdamaian

Liu Xiaobo

Liu Xiaobo adalah tokoh kunci dalam unjuk rasa Tiananmen 1989.

Komite Nobel menegaskan pemberian Nobel Perdamaian kepada seorang pembangkang Cina yang ditahan bukanlah upaya untuk memaksakan nilai-nilai Barat.

Penganugerahan kepada Liu Xiaobo adalah sehubungan dengan nilai-nilai hak asasi manusia yang universal dan untuk menghargai masyarakat Cina.

"Ini bukan protes, ini adalah pertanda ke Cina bahwa adalah amat penting bagi Cina masa depan untuk mengkombinasikan pertumbuhan keonomi dengan reformasi politik serta mendukung mereka di Cina yang memperjuangkan hak asasi dasar," kata Thorbjoern Jagland, Ketua Komite Nobel.

"Hadiah ini membawa pemahaman bahwa ini adalah hak dan nilai universal dan itu bukan standar Barat."

Jagland menambahkan bahwa semua anggota PBB sudah menandatangani Deklarasi Hak Asasi Universal dan oleh karena itu memiliki kewajiban yang jelas.

Upacara pemberian Hadiah Nobel Perdamaian akan diserahkan hari ini, Jumat 10 Desember, di Oslo dan tidak dihadiri oleh Liu Xiaobo yang mendekam di penjara.

Kursi Liu yang kosong dalam upacara di Oslo, menurut Jagland, akan menjadi perlambang kuat tentang betapa tepatnya Nobel Perdamaian.

Boikot upacara

NEGARA YANG MEMBOIKOT

  • China, Vietnam, Kazakhstan
  • Russia, Serbia
  • Venezuela, Cuba
  • Tunisia, Morocco, Sudan, Algeria
  • Saudi Arabia, Iraq, Iran, Egypt
  • Pakistan, Afghanistan, Sri Lanka

Pernyataan ini muncul setelah Cina meningkatkan upayanya untuk mendiskreditkan Komite Nobel.

Sebanyak 18 negara menyatakan memboikot upacara penganugerahan itu, setelah Kementrian Luar Negeri Cina mengajak sejumlah negara untuk memboikotnya.

Amerika Serikat meminta agar pembangkang berusia 54 tahun itu dibebaskan. Dia merupakan tokoh kunci dalam unjuk rasa demokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing, tahun 1989.

Tahun lalu dia diganjar hukuman 11 tahun penjara karena dianggap memicu aksi subversi.

Komite Nobel menganugerahkan Nobel Perdamaian kepadanya karena perjuangannya yang panjang dan tanpa menggunakan kekerasan.

Sementara itu pemenang Nobel Perdamaian asal Burma, Aung San Suu Kyi, mengungkapkan solidaritas atas Liu dengan mengatakan sebagai salah seorang umat manusia dia ingin mengulurkan tangan simpati.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.