Terbaru  27 November 2010 - 05:10 GMT

Operasi anti kokain di Peru menangkap 40 orang

Tanaman koka

PBB mengatakan Peru merupakan penghasil koka terbesar di dunia.

Lebih dari 40 warga Peru, termasuk dua diantaranya adalah walikota, ditangkap sehubungan dengan penggrebekan polisi di salah satu kawasan penanaman koka, yang daunnya bisa dijadikan kokain.

Pihak berwenang Peru mengatakan mereka ditangkap dengan tuduhan mempunyai hubungan dengan para penyeludup kokain, seperti dilaporkan wartawan BBC, Dan Collyns, dari ibukota Peru, Lima.

Dalam operasi subuh, polisi berenjata menggeledah rumah satu persatu di Lembah Alto Huallaga, yang tersohor dengan perdagangan kokain serta aksi kekerasan yang berkaitan dengan obat bius.

Mereka yang ditangkap antara lain para pemimpin serikat petani, dan dua walikota.

Hakim memerintahkan penangkapan setelah menemukan bahan kimia yang biasa digunakan dalam pemrosesan kokain yang diduga berkaitan dengan mereka.

Produsen koka terbesar

KOKA DAN KOKAIN

  • PBB melaporkan Peru merupakan penghasil daun koka terbesar dari jumlahnya walaupun area penanaman koka terbesar masih di Kolombia.
  • Tahun 2009, Peru menghasilkan 119.000 ton daun koka sedang Kolombia sebesar 103.000 ton.
  • Tanaman koka di Peru meningkat 55% dalam waktu 10 tahun.
  • Penurunan tanaman koka di Kolombia 16% pada tahun 2009, atau turun 60% dalam waktu 10 tahun.

Laporan-laporan menyebutkan informasi yang diperoleh aparat keamanan dalam penangkapan ini berasal dari interogasi yang dilakukan atas seorang anggota senior kelompok pemberontak Peru, Shining Path.

Lembah Alto Huallaga memang merupakan satu dari dua wilayah yang masih menghadapi aktivitas Shining Path.

Operasi ini merupakan yang terbesar dari empat operasi yang sudah digelar oleh pemerintahan Presiden Alan Garcia.

PBB sebelumnya menempatkan Peru sebagi produsen daun koka terbesar di dunia dan berada di urutan kedua dalam produksi kokain, di bawah Kolombia.

Dalam laporannya yang dikeluarkan pertengahan 2010, PBB memperkirakan produksi koka di Kolombia turun 16% pada tahun 2009, atau sekitar 60% dibanding masa puncak 10 tahun lalu, namun di Peru justru meningkat sampai 15% dibanding sepuluh tahun lalu.

Dan Presiden Garcia mendapat tekanan dari dunia internasional untuk mengatasi perdagangan obat bius yang tampaknya semakin meluas di masa pemerintahannya.

Awal pekan ini dua tentara tewas dan lima lainnya terluka akibat ranjau darat yang ditanam kelompok pemberontak Peru di kawasan penanaman koka utama lainnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.