Terbaru  20 November 2010 - 17:28 GMT

Tentara akhiri pemberontakan

Tentara Madagaskar

Sering terjadi kudeta di Madagaskar, namun tidak selalu berhasil

Pasukan Madagaskar menyerbu barak-barak tentara yang diduduki para pemberontak, mengakhiri pemberontakan selama tiga hari.

Tembakan terdengar sesaat sebelum adanya laporan bahwa para pemberontak telah menyerahkan diri untuk ditahan.

Para pemberontak bersembunyi di barak-barak tentara dekat bandara ibukota, Antananarivo, sejak mengumumkan pengambilalihan pulau itu pada hari Kamis.

Sejumlah pemberontak ikut dalam kudeta yang mengangkat presiden Andry Rajoelina ke kekuasaan tahun 2009.

Rajoelina secara diplomatik dikucilkan sejak memegang kekuasaan pada bulan Maret tahun 2009 dan mengabaikan usaha para penengah regional untuk mencapai konsensus dengan pihak oposisi.

Sudah beberapa tahun ini situasi di Madagaskar tidak stabil.

Operasi cepat

Ratusan tentara tampak menuju kompleks itu hari Sabtu, sebelum muncul laporan mengenai tembakan yang dilepaskan.

Namun situasi segera bisa diatasi dan para pemberontak dilaporkan menyerahkan diri untuk ditahan.

"Operasi sudah selesai. Mereka menyerahkan diri. Operasi berakhir tanpa pertumpahan darah," kata Alain Ramaroson, ketua Dewan Pertahanan Senat Madagaskar kepada kantor berita AFP.

Ia mengatakan seluruh operasi selesai dalam waktu 20 menit, AFP menambahkan.

Operasi sudah selesai. Mereka menyerahkan diri. Operasi berakhir tanpa pertumpahan darah.

Alain Ramaroson

Para perwira pemberontak menyatakan kudeta ketika warga Madagaskar sedang bersiap-siap untuk memilih dalam referendum bagi konstitusi baru yang akan memungkinkan Rajoelina memperpanjang masa jabatannya.

Menghadapi pemberontakan itu, pemerintah pada hari Jum'at mengatakan kepada warga yang tinggal dekat kamp tentara itu bahwa mereka harus meninggalkan daerah tersebut

Konstitusi baru

Kepala Staff Angkatan Darat Jenderal Andre Ndriarijoana kemudian memasuki barak-barak untuk melakukan pembicaraan dengan para perwira pemberontak, meskipun tidak banyak berita yang muncul mengenai adanya kemajuan sebelum peristiwa hari Sabtu.

Konstitusi baru yang diajukan dalam referendum akan memungkinkan Rajoelina memegang kekuasaan selama waktu diperlukan untuk menyelenggarakan pemilihan.

Referendum juga akan menurunkan batas usia calon presiden dari 40 menjadi 35 tahun, sehingga memungkinan Rajoelina yang berusia 36 tahun mencalonkan diri.

Rajoelina, yang mengatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden, mengorganisir rapat-rapat besar mendukung konstitusi baru.

Ia adalah mantan DJ dan walikota Atananarivo yang naik ke kekuasaan karena dukungan besar dari rakyat.

Namun beberapa pengamat mengatakan kegagalannya mengakhiri pertikaian mengenai kepemimpinan telah merongrong sebagian kepopulerannya.

Menjelang referendum ada banyak demonstrasi yang menentangnya - dan semua, ketiga kelompok oposisi utama yang masing-masing dipimpin oleh mantan presiden menyerukan pemboikotan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.