Terbaru  4 Oktober 2010 - 14:50 GMT

Nobel untuk penemu teknik bayi tabung

Robert Edwards

Robert Edwards bersama bayi tabung pertama di dunia Louise Brown

Imuwan Inggris Robert Edwards, tokoh yang menciptakan pengobatan fertilitas manusia dengan teknik IVF, menerima hadiah Nobel untuk bidang kedokteran.

Upaya yang dimulai pada tahun 1950 an, 1960 an dan tahun 1970 an berakhir dengan "bayi tabung" pertama di dunia pada bulan Juli 1978.

Sejak itu hampir empat juta bayi dilahirkan dengan teknik IVF tersebut.

Komite hadiah Nobel mengatakan prestasinya itu memungkinkan pengobatan untuk kemandulan, satu kondisi medis yang melanda 10% pasangan di seluruh dunia.

Bapak kesuburan

Profesor Robert Edwards, 85 tahun, memulai dasar penelitiannya itu hampir lima puluh tahun lalu.

Dia kemudian sadar bahwa pembuahan di luar tubuh manusia bisa menjadi pengobatan masalah kesuburan.

Ilmuwan lain sebelumnya berhasil membuktikan bahwa sel telur kelinci bisa dibuahi di dalam tabung ketika ditambah sperma yang meningkatkan reproduksi mereka.

Profesor Edwards, bersama dengan Patrick Steptoe yang meninggal tahun 1988, kemudian terus memperbaiki teknik ini dengan menerapkannya pada manusia.

sistem IVF

IVF adalah pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh manusia

Sukses yang diraih keduanya itu membuat kemungkinan pasangan tidak subur menjadi satu banding lima setelah melewati serangkaian proses IVF, hampir sama dengan pasangan subur yang menjalani pembuahan secara alami.

Pasangan ilmuwan ini mendapat berbagai tantangan dalam melakukan penelitian itu seperti tentangan dari gereja dan pemerintah serta sikap skeptis dari sesama ilmuwan.

Mereka juga kesulitan mencari dana untuk membiayai penelitian itu dan harus bergantung pada dana yang disumbangkan dari sumber di luar pemerintah.

Namun mereka kemudian berhasil mengembangkang "satu tonggak dalam dunia kesehatan modern", ujar Dewan Hadiah Nobel di Institut Karolinska Swedia.

Memberi harapan besar

"Sekarang visi Robert Edwards adalah satu kenyataan dan membawa kebahagiaan bagi seluruh orang tak subur di dunia," ujar dewan.

Profesor Edwards sendiri sekarang sedang sakit sehingga tidak bisa mengeluarkan pernyataan kepada media.

"Sayang sekali, Profesor Edwards sedang tidak sehat saat ini," ujar anggota komite Nobel Goran Hansson di acara jumpa pers.

"Saya telah berbicara dengan istrinya dan dia gembira. Dia yakin suaminya juga akan gembira."

Bayi tabung pertama, Louise Brown yang sekarang berusia 32 tahun, mengatakan: "Ini berita yang sangat bagus. Ibu dan saya sangat gembira bahwa salah satu pendahulu IVF mendapat penghargaan yang memang pantas diterima.

"Kami sangat menyayangi Bob dan dengan gembira mengucapkan selamat kepada dia dan keluarga."

Profesor Basil Tarlatzis, mantan presiden Federasi Masyarakat Fertilitas Internasional, mengatakan: "Ini adalah penghargaan yang memang sudah pantas.

"IVF membuka harapan baru bagi jutaan empat juta pasangan di seluruh dunia.

"Edwards dan Steptoe merupakan pendahulu dan hadiah Nobel tidak hanya menghargai penelitian mereka tetapi sains reproduksi.

"Setelah keberhasilan proyek mereka, Robert kemudian mengembangkan reproduksi buatan".

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.