Mandela kecam Blair soal perang Irak

  • 13 September 2010
Nelson Mandela
Neslon Mandela kecewa dengan kebijakan Blair yang menginvasi Irak

Nelson Mandela merasa dikhianati oleh keputusan Tony Blair ketika bergabung untuk menginvasi Irak.

Mandela dikabarkan marah saat menghubungi seorang pejabat Inggris untuk memprotes keputusan tersebut.

Anggota Parlemen dari Partai Buruh, Peter Hain, yang menuliskan biografi Mandela dan diterbitkan hari Senin (13/9) mengatakan Mandela sangat marah terhadap keputusan Blair.

Mantan Menteri Urusan Wales ini mengatakan Mandela merasa kerja Blair yang bagus selama pemerintahannya berlangsung seperti tergerus akibat keputusannya memilih perang dalam menyelesaikan persoalan Irak.

Hain mengatakan kritik yang disampaikan oleh Mandela saat itu disampaikan secara formal dan bukan dalam kapasitasnya sebagai pribadi.

"Dia menelepon saya saat saya berada di kabinet menteri tahun 2003 setelah invasi itu terjadi," katanya.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa itu sebuah kesalahan Peter, kesalahan yang sangat besar. Kenapa Tony melakukan hal itu setelah dia memberikan dukungan untuk Afrika. Keputusannya akan mengakibatkan kekacauan internasional yang sangat besar."

Ditentukan sejarah

Hain mengatakan dia belum pernah mendengar Mandela demikian marah dan frustasi terhadap keputusan itu.

"Dia selalu memuji cara pemerintah memberikan bantuan dan menyusun anggaran pembangunan untuk Afrika. Dia merasa kebijakan positif yang telah dilakukan Blair seperti tersapu air dengan kebijakan invasi ke Irak."

"Saya berpikir saat itu, biarlah sejarah nanti yang menentukan apakah hal tersebut merupakan kebijakan yang benar atau tidak. Tapi dia bersikukuh bahwa kita tidak boleh menunggu sejarah," kata Hain.

Hain sendiri adalah sosok yang tumbuh di Afrika Selatan, kedua orang tuanya adalah pendukung gerakan anti-apartheid yang juga mengenal Mandela.

Dia kini menggambarkan Mandela sebagai seorang kawan dan pahlawan.

Berita terkait