Terbaru  13 Agustus 2010 - 07:29 GMT

Tersangka serangan bom Piala Dunia ditangkap

Pelaku Teror Uganda

Salah satu tersangka pelaku teror yang dimunculkan pihak keamanan Uganda.

Pihak keamanan di Uganda telah menangkap empat pria yang mereka katakan sebagai otak peristiwa serangan bom kembar yang menewaskan setidaknya 70 orang bulan lalu.

Keempat pria itu seluruhnya berasal dari Uganda dan dalam jumpa pers yang dilakukan kemarin sore waktu setempat telah mengakui keterlibatan mereka dalam aksi serangan tersebut.

Dalam kesempatan itu mereka menjelaskan perannya saat melakukan serangan terhadap sebuah restauran dan klub rugby yang menyelenggarakan acara nonton bersama pertandingan Piala Dunia.

Saat itu tidak lama setelah serangan terjadi, kelompok Islam Somalia, Al-Shahab mengatakan berada di belakang aksi keempat orang itu.

Al-Shahab mengatakan serangan tersebut merupakan aksi balasan terhadap Uganda yang ikut mengirimkan pasukannya ke Somalia di bawah bendera Uni Afrika untuk mendukung pemerintahan di negara itu.

Aparat keamanan di Uganda dan Kenya telah menahan sejumlah orang karena dipercaya terkait dengan serangan tersebut.

Koresponden BBC di Afrika Timur, Peter Greste, mengatakan ini adalah kali pertama militer Uganda menyatakan telah menemukan otak pelaku sebuah kejadian serangan.

Menangis

Keempat tersangka yang dituding terlibat dalam serangan teror itu muncul dalam sebuah jumpa pers yang digelar oleh Intelijen Militer Uganda di ibukota negara tersebut, Kampal

Wartawan BBC di Kampala, Joshua Mmali yang hadir dalam jumpa pers itu mengatakan para tersangka dibawa satu persatu memasuki ruangan tempat jumpa pers itu berlangung.

Setiap tersangka memberikan gambaran peranan mereka dalam serangan tersbut, mereka mengatakan menyusun serangan tersebut terkait dengan keyakinan agama mereka.

Salah satu tersangka terlihat sangat menyesal dan beberapa kali menangis saat memberikan keterangan kepada wartawan.

"Saya tahu, saya memang monster bagi anda semua karena setan yang bekerja pada diri saya...seperti yang saya katakan kepada anda saya tidak berpikir lurus," kata salah satu tersangka.

"Satu hal yang ingin saya tekankan adalah mereka tidak menjanjikan kami uang."

Para tersangka juga ditanyai oleh sejumlah wartawan apakah mereka mengalami siksaan saat dalam penahanan, namun mereka menyangkal hal itu terjadi pada mereka.

Salah satu tersangka mengatakan dia adalah orang yang melakukan kontak dengan Al-Shahab.

Secara terpisah Kepala Kepolisian Uganda, Kale Kayihura, mengatakan saat ini ada 22 orang yang terkait kasus ini sedang menjalani penahanan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.