Terbaru  13 Juli 2010 - 01:27 GMT

Fidel Castro kecam AS di televisi

Fidel Castro kembali tampil dalam acara talkshow televisi Kuba

Mantan Presiden Kuba Fidel Castro tampil di televisi pemerintah untuk pertama kalinya selama 11 bulan terakhir.

Casto, yang kini berusia 83 tahun, nampak sehat saat menjadi tamu acara bincang-bincang Mesa Redonda (Meja Bundar) di televisi pemerintah itu.

Meski suara Castro terdengar lemah, namun dia mampu memberikan penjelasan panjang lebar soal masalah-masalah politik dunia terbaru.

Bahkan, Castro mampu memperingatkan Amerika Serikat agar negeri adi daya itu tidak menyerang Iran.

Akhir pekan lalu, foto-foto Castro kembali muncul di publik Kuba untuk pertama kali sejak Juli 2006 ketika dia menjalani pembedahan dan mengundurkan diri dari hiruk pikuk publisitas.

Kondisi kesehatannya yang terus menurun memaksa Castro menyerahkan tampuk kekuasaan kepada sang adik Raul Castro yang berusia 79 tahun.

Pembebasan tahanan

Dalam acara bincang-bincang itu, Castro mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak dengan jaket olah raga di bagian luar.

Castro tengah menyapa seorang pekerja pusat Iptek Kuba di Havana

Dia duduk di belakang sebuah meja dalam sebuah kantor yang tidak dijelaskan lokasinya sambil menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan presenter acara Mesa Redonda itu.

Tidak diketahui apakah acara sepanjang satu jam itu disiarkan langsung atau sudah direkam terlebih dulu. Namun kantor berita Associated Press melaporkan bahwa Castro sempat mengutip sebuah artikel surat kabar bertanggal 5 Juli 2010, atau enam hari lalu.

Dengan fakta itu maka kemungkinan besar wawancara Castro itu direkam pada hari Minggu, pekan sebelumnya.

Wartawan BBC di Havana, Michael Voss mengatakan suara Castro dalam wawancara itu terdengar lemah dan parau. Namun, pesan-pesan yang disampaikan memang khas Fidel Castro. Kali ini Castro mengecam kebijakan Amerika Serikat terhadap Korea Utara dan Iran.

"Pemerintah Amerika Serikat tidak mengambil langkah praktis untuk mengurangi ancaman senjata nuklir baik dari Iran atau negara lain di dunia. Amerika Serikat justru berupaya mengendalikan kawasan penghasil minyak di Timur Tengah dengan jalan kekerasan jika cara lain dirasa gagal," kecam Castro.

Michael Voss mengatakan penampilan kembali Castro yang terbilang tiba-tiba ini kemungkinan besar memang dirancang untuk mengecam kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran.

Castro hingga saat ini tetap menjadi ketua Partai Komunis Kuba dan tetap menunjukkan pengaruhnya melalui artikel-artikel surat kabar.

Di samping penerbitan sejumlah foto Castro yang melakukan pertemuan dengan berbagai pemimpin dunia yang berkunjung ke Kuba, penampilannya di televisi memang terbilang langka.

Dan, kejanggalan semakin besar setelah penampilannya di televisi itu dibarengi munculnya foto Castro yang tengah berbicara kepada para pekerja di Pusat Ilmu Pengetahuan Havana muncul di surat kabar hari Senin.

Dalam foto itu, Castro yang tersenyum terlihat sedikit bungkuk namun nampak cukup sehat.

Meski tidak disampaikan dalam acara bincang-bincang Meja Bundar itu, penampilan kembali Castro terjadi tak lama setelah pengumuman mengejutkan pemerintah Kuba pekan lalu yang membebaskan 52 orang tahanan politik.

Kelompok pertama para mantan tahanan politik ini dijadwalkan meninggalkan Kuba dalam satu atau dua hari mendatang menuju Madrid, Spanyol.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.