Terbaru  22 Juni 2010 - 01:44 GMT

Faisal Shahzad mengaku bersalah

Faisal Shahzad

Faisal Shahzad ditahan ketika hendak terbang keluar dari AS

Tersangka utama dalam upaya serangan bom mobil di Times Square, New York, Faisal Shahzad mengaku bersalah atas semua dakwaan.

Ketika dihadirkan dalam pengadilan Manhattan, Shahzad mengatakan dia ingin ''menyatakan bersalah dan 100 kali lagi''.

Warga Amerika Serikat kelahiran Pakistan itu mengakui bersalah atas kesepuluh dakwaan, sehingga sidang pengadilan terhadap ditiadakan. Dia akan divonis pada 5 Oktober.

Bom bensin dan propana ditinggal dalam sebuah mobil jenis SUV (sports utility vehicle) di dekat kawasan teater Broadway pada 1 Mei, tapi tidak meledak.

Hakim Miriam Goldman Cedarbaum di Pengadilan Distrik Federal Manhattan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Shahzad untuk memastikan dia memahami hak-haknya.

Hakim menanyakan kepada dia apakah dia memahami dia mungkin menghabiskan sisa hidupnya di penjara, dan dia menjawbab dia faham.

Saat ditanya oleh Hakim Cedarbaum apakah dia yakin akan mengaku bersalah, dia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan dia ingin ''menyatakan bersalah dan 100 kali lagi".

Dia mengatakan dia ingin Amerika Serikat tahu bahwa jika AS tidak keluar dari Irak dan Afghanistan dan menghentikan serangan pesawat tak berawak dan campur tangan di negara-negara muslim, ''kami akan menyerang Amerika Serikat''.

Shahzad, 30 tahun, yang mengenakan kopiah putih, mengatakan di ruang sidang yang dipadati pengunjung: "Orang harus memahami dari mana saya berasal. Saya menganggap diri saya...tentara muslim."

Dakwaan

Dia mengatakan dia telah memilih Sabtu malam yang hangat, sebab Times Squares pasti akan dipadati orang yang dia bisa lukai atau tewaskan.

Dia mengatakan dia telah menjejali mobilnya dengan tiga bom, dengan harapan untuk bia memicu bom pupuk yang dikemas dalam peti senjata api, seperangkat tangki gas propana dan tabung gas yang dirakit dengan kembang api untuk menciptakan bola api.

Dia mengatakan kepada pengadilan dia menunggu bom itu meledak antara dua setengah menit hingga lima menit .

"Saya menunggu untuk mendengar suara, tapi saya tidak mendengar suara. Jadi, saya berjalan ke [stasiun] Grand Central dan pulang,'' tambah Shahzad.

Seorang pedagang keliling melihat asap mengepul dari kendaraan yang dia tinggalkan dan melapor ke polisi.

Shahzad ditahanh dua hari kemudian setelah dia mencoba terbang ke Dubai dari bandara John F Kennedy, New York.

Dia bekerja sama dengan tim penyelidik selama dua pekan, melepas hak-hak yang melindungi tersangka yang ditahan dari memberatkan diri sendiri, sebelum meminta jasa pengacara, kata aparat kehakiman.

Dakwaan paling serius terhadap Shahazad, termasuk berusaha menggunakan senjata perusak massal dan melakukan tindak terorisme lintas perbatasan nasional, diancam dengan dengan hukuman seumur hidup.

'Pelatihan pembuatan bom'

Selama penyelidikan, FBI melacak pembelian mobil Nissan Pathfinder SUV ke Shahzad, dan transaksi ini akhirnya mengarah ke penahanannya.

Ketika dia diinterogasi, Shahzad mengungkapkan dia pernah berkunjung ke kawasan kesukuan Waziristan Utara, Pakistan, bulan Desember 2009 untuk berlatih membuat bom dengan orang-orang militan yang berafiliasi dengan Taliban Pakistan, demikian menurut berkas dakwaan.

Dia juga dituduh menerima uang tunai $5.000 dari seorang yang telah diidentifkasi di Pakistan dan orang itu dia ketahui bekerja untuk Taliban.

Berkas dakwaan menyebutkan orang yang sama mengirimkan pembayaran kedua kepada Shahzad sebesar $7.000. Dengan uang itu dia membeli senjata, bahan untuk membuat bom mobil dan mobil Nissan Pathfinder.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.