Terbaru  2 Juni 2010 - 11:13 GMT

Apple bela Foxconn soal bunuh diri

Pabrik Foxconn di Shenzhen, Cina

Pabrik di Shenzhen mempekerjakan 400 ribu karyawan

Bos Apple Steve Jobs membela kondisi di perusahaan elektronik Taiwan yang memproduksi iPhone, menyusul serangkaian aksi bunuh diri.

"Foxconn bukanlah tempat kerja paksa," katanya dalam satu konperensi di Amerika Serikat.

Jobs mengatakan perwakilan Apple bekerja sama dengan Foxconn untuk menyelidiki mengapa 10 karyawan bunuh diri di pabrik mereka di Shenzhen, Cina.

Karyawan kesebelas baru-baru ini tewas di pabrik lain di Cina utara.

Secara keseluruhan, terdapat 13 upaya bunuh diri di pabrik-pabrik Foxconn tahun ini.

"Kami semua menangani ini," kata Jobs dalam konperensi All Things Digital di Kalifornia.

Foxconn mengatakan mereka akan menaikkan gaji untuk karyawan di pabrik perakitan sebesar 30%.

Perusahaan itu sebelumnya mengatakan akan menawarkan kenaikan 20% kepada karyawan di Cina yang mendapatkan 900 yuan (Rp 1.200.000) pada saat masuk.

Bila anda mengunjungi satu pabrik namun ada restoran, bioskop dan kolam renang. Untuk pabrik, itu sangat bagus

Steve Jobs, CEO Apple

"Kami berharap kenaikan gaji ini akan membantu standar kehidupan karyawan dan memberikan waktu lebih banyak untuk bersantai, dan itu bagus untuk kesehatan," kata pejabat Foxconn di perusahaan induk Hon Hai Precision kepada kantor berita AFP.

Hon Hai Precision adalah pabrik elektronik terbesar di dunia dengan sekitar 800 ribu karyawan di seluruh dunia, sebagian besar di Cina.

Foxconn memproduksi sejumlah produk untuk pabrik termasuk Apple, Dell, Nokia.

Kondisi kerja

Steve Jobs, CEO Apple

Jobs membela kondisi kerja di pabrik Foxconn di Cina

Kematian akibat bunuh diri di perusahaan itu mengangkat kondisi kerja di pabrik tersebut, terutama dari daerah pedesaan Cina.

Mereka bekerja 12 jam sehari selama enam hari satu minggu.

Namun Jobs membela kondisi kerja di pabrik tersebut.

"Bila anda mengunjungi satu pabrik namun ada restoran, bioskop dan kolam renang. Untuk pabrik, itu sangat bagus," katanya.

Jobs mengangkat sejumlah masalah lain dalam konperensi All Things Digital.

Pekan lalu, Apple mengambilalih posisi Microsoft dan menjadi perusahan teknologi terbesar dunia berdasarkan nilai pasar.

Jobs juga mengklaim langkah Apple untuk memblok animasi Adobe Flash dan teknologi video dari iPhones dan iPads merupakan "keputusan teknis".

"Kami tidak memulai perang dengan Flash atau pihak lain," katanya. Komentar itu merupakan serangkaian terakhir sengketa antara Apple dan Adobe terkait masalah Flash.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.