Terbaru  11 Mei 2010 - 15:26 GMT

Paus tegaskan dosa dalam gereja

Paus Benediktus XVI

Paus Benediktus dianggap paling pro-aktif dalam menghadapi skandal

Paus Benediktus XVI mengatakan skandal pelecehan seksual atas anak-anak oleh pendeta menunjukkan bahwa ancaman terbesar gereja berasal dari "dosa di dalam" gereja itu sendiri.

Hal itu disampaikan Paus ketika berada dalam perjalanan ke Portugal.

Para pengkritik sebelumnya menuduh Vatikan berupaya untuk menuding media dan para penentang gereja yang menyebabkan eskalasi dari skandal tersebut.

Namun Paus membuat tegas bahwa asalnya dari dalam gereja itu sendiri dan mengatakan pengampunan tidak bisa menggantikan keadilan.

"Hari ini kita lihat dengan cara yang benar-benar menakutkan bahwa ancaman terbesar terhadap gereja tidak berasal dari musuh di luar namun adalah lahirnya dosa di dalam gereja," kata Paus kepada para wartawan di dalam pesawat yang menuju Portugal.

Paling pro-aktif

Paus menambahkan bahwa gereja amat perlu untuk menyadari bahwa harus ditempuh penebusan dosa dan menerima penyucian diri.

Komentar ini merupakan tanggapan yang paling langsung terhadap pertanyaan yang diajukan wartawan selama ini dan juga merupakan pernyataan yang paling keras sehubungan dengan skandal pelecehan seksual anak yang melibatkan sejumlah pendeta Katolik.

Dalam beberapa bulan belakangan, muncul sejumlah tuduhan bahwa pihak berwenang di Eropa dan Amerika Selatan serta Utara gagal menangani skandal ini dengan tepat dan kadang hanya memindahkan pendeta yang bersangkutan ke paroki baru, yang justru membuat anak-anak lain menghadapi risiko.

Paus Benediktus sendiri dituduh menjadi bagian dari budaya merahasiakannya dan tidak mengambil tindakan tegas atas paedofilia ketika dia masih bertugas sebagai kardinal di Roma.

Bagaimanapun para pendukunyanya mengatakan bahwa Paus Benediktus XVI merupakan paus yang bersikap paling pro-aktif dalam menghadapi kasus-kasus pelecehan di kalangan gereja, seperti dilaporkan wartawan BBC David Willey yang meliput kunjungan Paus ke Portugal.

Kunjungan ke Fatima

Penerbangan Paus ke Portugal ini dibayang-bayangi abu gunung berapi dari Islandia namun pesawat yang membawa Paus mendarat tanpa masalah di ibukota Lisabon.

Dalam kunjungan selama empat hari ke Portugal, Paus antara lain akan melakukan misa umum di Lisabon dan berkunjung ke tempat ziarah Fatima.

Walau sekitar 90% warga Portugal beragama Katolik, hanya sekitar 20% saja yang menghadiri misa secara rutin.

Dan Paus ingin mengatakan kepada warga Portugal agar mencari penghiburan dalam keyakinan mereka saat menghadapi kesuaraman kesulitan keuangan.

Portugal merupakan salah satu negara yang terpukul berat oleh masalah ekonomi yang juga dirasakan oleh sejumlah negara Eropa.

Puluhan ribu orang akan hadir dalam misa umum di Lisabon pada hari Selasa, namun puncaknya adalah kunjungan ke Fatima yang diperkirakan akan dihadiri sampai 500.000 jemaat.

Fatima merupakan salah satu tempat ziarah yang penting bagi umat Katolik di seluruh dunia. Di tempat ini pada tahun 1917, tiga gembala Portugal melihat penampakan Bunda Maria.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.