Terbaru  6 Mei 2010 - 02:19 GMT

AS perketat penerbangan

Faisal Shahzad

Faisal Shahzad masuk ke AS dengan via belajar

Amerika Serikat memperketat ketentuan pembatasan penerbangan setelah serangan bom yang gagal di Times Square, New York, hari Sabtu.

Maskapai penerbangan kini harus memeriksa daftar orang yang dilarang terbang dalam waktu dua jam setelah diberitahu mengenai update daftar pantau (watch-list), kata pihak berwenang.

Ketentuan baru ini bertujuan untuk mencegah tersangka yang sudah diketahui naik pesawat, seperti yang dilakukan Faisal Shahzad, 30 tahun, hari Senin.

Warga AS keturunan Pakistan itu mengakui mencoba meledakkan bom mobil Times Square, setelah belajar membuat alat ledak di Pakistan, kata dokumen pengadilan.

Dia menghadapi dakwaan terorisme dan kepemilikan bahan peledak, termasuk berusaha menggunakan senjata pemusnah massal dan mengangkut alat ledak dengan niat untuk membunuh.

Seliki pelatihan

Para pejabat pengadilan menolak menyatakan kapa Shahzad, yang tampaknya memberikan informasi yang signifikan kepada investigator, akan dibawa ke pengadilan.

Penyelidik menyatakan warga Connecticut menyatakan dia bertindak sendiri sejak menggaggas rencana serangan bulan Desember.

Namun, berkas pengadilan memperlihatkan dia mengakui mengikuti pelatihan di kamp militan di kawasan kesukuan Waziristan, Pakistan.

Komisioner Kepolisian New York Ray Kelly mengatakan aparat gugus tugas terorisme ingin mengetahui pelatihan yang dia terima dan orang yang memberikan latihan.

Meski sudah dimasukkan ke dalam daftar orang yang dicekal dari penerbangan yang dikeluarkan pemerintah, Shahzad berhasil membeli tiket penerbangan Emirates ke Dubai dan berhasil melewati pemeriksaan keamanan bandara JFK, New York hari Senin.

Pemerintah Uni Emirate Arab (UAE) mengatakan Shahzad berniat pergi ke Islamabad, Pakistan, dan akan pindah pesawat di Dubai.

Setelah pemeriksaan akhir menjelang keberangkatan oleh petugas bea cukai, penerbangan dihentikan ketika sedang mengarah ke landasan pacu, dan dia kemudian diturunkan dari pesawat.

Sebelum ini, maskapai penerbangan diminta untuk memeriksa update daftar cekal penerbangan setiap hari.

Berdasarkan pembatasan yang lebih ketat, mereka akan harus memeriksa daftar terbaru dalam waktu dua jam setelah diberitahu mengenai perubahan, kata pejabat keamanan dalam negeri seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Maskapai penerbangan yang lalai bisa dikenai sanksi denda.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.