Terbaru  19 April 2010 - 20:43 GMT

Larangan terbang diperlonggar

gangguan penerbangan

Jumlah penumpang yang terlantar diperkirakan mencapai 6,8 juta

Para menteri perhubungan Eropa setuju untuk melonggarkan pembatasan perjalanan udara, yang diterapkan mulai pekan lalu akibat semburan abu vulkanis dari Islandia.

Setelah melakukan konferensi video jarak jauh, Komisioner Transportasi Uni Eropa Siim Kallas mengatakan pihaknya memperkirakan penerbangan bisa dilakukan lagi mulai hari Selasa.

Dalam upaya untuk menjamin keselamatan penumpang, Uni Eropa akan membuat tiga kategori wilayah udara.

Kategori pertama tertutup sama sekali untuk penerbangan, yang kedua dibuka sepenuhnya dan kategori ketiga dibuka sebagian.

Di Jerman, dua maskapai utama Lufthansa dan Air Berlin diberi izin untuk mengangkut para penumpang yang terlantar untuk kembali pulang ke Jerman.

Juru bicara Lufthansa mengatakan mereka berencana mengangkut 15 ribu penumpang dari Asia Timur, Afrika, dan Amerika.

Menurut rencana para penumpang ini akan kembali ke Jerman melalui Munchen, Frankfurt dan Dusseldorf.

Otorita penerbangan sipil Jerman juga memberi izin penerbangan domestik secara terbatas.

Kecaman IATA

Penumpang yang terlantar akibat krisis ini mencapai ratusan ribu dan baru pada hari kelima para menteri mengadakan pertemuan? Ini adalah sesuatu yang tidak bisa diterima

Giovanni Bisignani

Wilayah udara di Skotlandia, Irlandia Utara dan Inggris utara diperkirakan dibuka kembali pada Selasa pagi dan untuk Inggris selatan kemungkinan dibuka pada Selasa siang.

Para pengawas lalu lintas udara mengatakan, ketinggian abu di Inggris tidak lagi dianggap mengganggu penerbangan. Prancis dan Belgia juga berencana membuka wilayah udara mereka dalam 24 jam ke depan.

Pemerintah Inggris itu mengatakan akan mengerahkan kapal-kapal perang untuk membawa pulang warga Inggris.

Diperkirakan 150.000 warga Inggris terlantar di berbagai kawasan di dunia akibat krisis penerbangan yang melanda Eropa dalam lima hari terakhir.

Para pelaku industri penerbangan mengatakan mereka menanggung kerugian US$ 200 juta setiap hari.

Giovanni Bisignani dari asosiasi internasional perjalanan udara (IATA) mengecam lambannya penanganan masalah gangguan perjalanan udara di Eropa.

"Kami kehilangan penerimaan kurang lebih US$ 200 juta hingga US$ 250 juta per hari. Penumpang yang terlantar akibat krisis ini mencapai ratusan ribu dan baru pada hari kelima para menteri mengadakan pertemuan? Ini adalah sesuatu yang tidak bisa diterima," kata Bisignani.

Ia mengatakan apa yang terjadi di Eropa pernah juga terjadi di kawasan lain di dunia.

"Pengalaman menunjukkan di Amerika, di mana terjadi situasi yang hampir sama, tidak ada kekacauan seperti yang terjadi di Eropa," tandasnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.