Terbaru  17 Maret 2010 - 05:53 GMT

Meksiko minta bantuan AS

Unjuk rasa di Meksiko

Massa berunjuk rasa terhadap memprotes kebijakan Presiden Calderon

Presiden Meksiko Felipe Calderon meminta Amerika Serikat berbagi tanggung jawab dalam pertempuran melawan penyelundup narkoba di kedua negara.

Komentarnya muncul dalam kunjungan ke kota perbatasan Ciudad Juarez dimana tiga orang Konsulat Amerika tewas hari Sabtu.

Ratusan pengunjuk rasa menyambut Calderon yang menuntut penarikan tentara Meksiko dari kota perbatasan.

Sementara itu, Texas meningkatkan patroli perbatasan di tengah merebaknya insiden kekerasan.

"Tindak kekerasan yang telah mencengkram Ciudad Juarez terkait dengan konsumsi narkoba Amerika Serikat dan senjata yang masuk ke Meksiko dari AS," kata Calderon seperti dikutip kantor berita Reuters.

Ciudad Juarez merupakan pusat pertarungan geng-geng narkoba Meksiko karena merupakan rute penyelundupan ke AS.

Lebih dari 2.600 orang terbunuh dalam insiden kekerasan terkait dengan narkotika tahun lalu.

Lesley Enrique, warga AS yang bekerja di konsulat Juarez, suaminya yang berkebangsaan Amerika Arthur Redelf tewas terbunuh akhir pekan lalu.

Satu orang lagi Jorge Alberto Sarcido suami pegawai Konsulat yang warga Meksiko juga ditembak mati dalam insiden terpisah.

Kedua pasangan itu baru saja meninggalkan kegiatan sosial di Ciudad Juarez saat mereka terbunuh.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.