Terbaru  23 Februari 2010 - 13:59 GMT

Australia hadapi ancaman teror

Kevin Rudd

Kevin Rudd mengumumkan rencana memperketat lalu lintas pengunjung

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengatakan bahwa negaranya menghadapi ancaman permanen dan lebih besar dari serangan militan.

Rudd mengatakan sekarang muncul ancaman lebih besar dari golongan radikal berhaluan Islam yang dilahirkan atau dibesarkan di Australia.

Menurutnya, banyak "teroris yang berkembang di dalam negeri" mendapat inspirasi dari hal yang dia sebut sebagai cerita para pelaku jihad internasional.

"Ancaman dari terorisme yang berkembang di dalam negeri sekarang meningkat," kata Rudd pada saat mengeluarkan laporan baru yang disusun oleh dinas-dinas intelijen.

Dia menambahkan ancaman itu sekarang datang dari warga kelahiran Australia, orang-orang yang dididik di Australia dan warga Australia.

Biometrik

Ancaman dari terorisme yang berkembang di dalam negeri sekarang meningkat

Kevin Rudd

Laporan kebijakan badan intelijen Australia menyebutkan bahwa kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaida di Yaman dan Sudan sekarang menjadi kunci baru ancaman internasional dan menambahkan bahwa risiko yang ditimbulkan akibat konflik di Afghanistan dan Pakistan tetap tinggi.

Meskipun Indonesia berhasil menangani terorisme, kata laporan itu, serangan terhadap dua hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Juli tahun 2009 menunjukkan ancaman serangan di Indonesia tetap ada.

Pekan lalu, lima warga Australia keturunan Lebanon, Libia dan Bangladesh diganjar hukuman berat karena bersekongkol melakukan serangan.

Kevin Rudd juga mengumumkan rencana untuk mengambil sidik jari dan merekam wajah pengunjung dari 10 negara berisiko tinggi.

Pemerintah Australia akan menyediakan dana US$ 62 juta untuk menyediakan perlengkapan biometrik.

Agustus lalu, pihak berwenang Australia menangkap lima pria yang dituduh memiliki hubungan dengan kelompok militan Somalia, al-Shabab dan kemudian mendakwa mereka merencanakan serangan terhadap barak militer di Sydney.

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan sekitar 40 orang ditangkap di negara itu terkait terorime sejak tahun 2000.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.