Terbaru  19 Februari 2010 - 04:29 GMT

Niger: Negeri kering nan miskin

Peta Niger

Niger, sebuah negeri di ujung Gurun Sahara, yang menghabiskan sebagian besar masa kemerdekaannya di bawah rezim militer.

PBB menyatakan negeri Afrika Barat ini sebagai salah satu negara paling miskin di dunia.

Negeri yang relatif kering ini masih berjuang untuk memberi makan rakyatnya. Ekspor utama Niger adalah uranium yang harganya sangat fluktuatif. Sementara itu, pertaniannya terancam dengan semakin meluasnya gurun Sahara. Kini, demi meningkatkan perekonomiannya, Niger mencoba mengeksplorasi minyak dan membuka pertambangan emas.

Secara historis, Niger merupakan gerbang penghubung antara Afrika Utara dan negeri-negeri Afrika sub-Sahara. Negeri ini menjadi jajahan Prancis pada akhir 1890-an.

Setelah merdeka dari Prancis tahun 1960, kemajuan negeri ini terhambat tidak stabilnya kondisi politik dan bencana kekeringan selama lima tahun yang memusnahkan ternak dan tumbuhan pangan.

Masalah pendidikan juga menjadi kendala. Dengan minimnya akses pendidikan dasar, Niger menjadi negara dengan jumlah warga melek baca terendah di dunia. Sistem kesehatan negeri ini juga buruk dan penyakit menular masih merajalela.

Tahun 1999, undang-undang baru yang memungkinkan pemilihan presiden langsung dan pemilihan parlemen multi partai disepakati. Pemilu kemudian digelar yang hasilnya rakyat Niger memilih Mamadou Tandja sebagai presiden.

Tahun 2004 Tandja terpilih kembali sebagai presiden untuk kedua kalinya. Di tahun 2009, Tandja mengubah undang-undang dasar untuk memperpanjang masa jabatannya. Keputusan inilah yang memicu kritik oposisi dan menyulut kudeta militer.

Perekonomian Niger sangat tergantung pada pertanian, peternakan dan persediaan uraniumnya yang merupakan terbesar kedua di dunia. Namun, harga uranium yang fluktuatif sangat mempengaruhi perekonomian negeri itu.

Masjid Niamey

Salah satu masjid di ibukota Niger, Niamey

Tahun 2000, Niger mendapatkan pemutihan utang berdasarkan program restrukturisasi utang IMF untuk negeri-negeri miskin. Dan pada Desember 2005, IMF mengumumkan Niger memperoleh restrukturisasi utang multilateral hingga 100%. Ini berarti Niger tidak perlu membayar utangnya sebesar US$ 86 juta kepada IMF.

Meski demikian, Niger masih sangat tergantung bantuan asing. Lebih dari separuh pendapatan negeri itu bergantung pada dana asing. Di masa depan, perekonomian Niger kemungkinan bisa tumbuh setelah eksplorasi minyak, emas dan sumber-sumber mineral lain menunjukkan hasil.

Dari sekitar 15 juta penduduk Niger, sekitar 90% memeluk Islam, sekitar 5% Kristen dan sisanya masih menganut animisme. Islam menyebar ke Niger sejak abad ke-15 karena ekspansi Kekaisaran Songhai di sebelah barat dan pengaruh para pedagang Trans-Sahara dari Mesir dan kawasan Maghribi.

Meski sebagian besar penduduknya Muslim, Niger adalah sebuah negara sekular dan undang-undang negeri itu menjamin kebebasan beragam. Hubungan antar agama di negeri ini relatif bagus, meski sebagian besar penduduk negeri itu secara ketat menjalankan tata cara Islam tradisional namun kepercayaan agama lain, termasuk mereka yang masih menganut animisme, tidak diganggu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.