Terbaru  17 Februari 2010 - 16:00 GMT

Pemberontak tolak pembagian kekuasaan

Pasukan Filipina di Jolo

Konflik di Filipina ini telah berlangsung puluhan tahun

Kelompok separatis Muslim di Filipina menolak tawaran pembagian kekuasaan yang diajukan oleh pemerintah.

Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengatakan rencana itu "tidak dapat diterima" dan tidak akan memberikan otonomi yang cukup untuk Mindanao.

Dengan penolakan itu, perjanjian damai diperkirakan tidak akan dicapai sebelum berakhirnya pemerintahan Presiden Gloria Arroyo bulan Juni mendatang.

MILF memperjuangkan otonomi selama puluhan tahun.

Paling tidak 100.000 orang tewas dalam konflik itu dan sekitar dua juta lainnya terpaksa mengungsi di kam-kam pengungsi.

Kami adalah pemerintahan dan kami tidak dapat mengajukan apapun di luar konstitusi

Rafael Seguis

Perundingan damai tahun 2008 gagal karena perjanjian yang diraih dibatalkan oleh mahkamah Filipina karena dianggap tidak konstitusional.

Harapan pemerintah

Juru runding MILF Iqbal Mohagher mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tidak ada yang dapat dipertimbangkan pada tahap ini.

"Apa yang kami inginkan adalah hubungan antara negara sehingga kami dapat memiliki pemerintahan sendiri dan menguasai kehidupan kami sendiri," katanya.

Juru runding pemerintah mengatakan mereka masih berharap perjanjian dapat dicapai namun memberikan apa yang dituntut pemberontak mengharuskan mereka untuk mengubah undang-undang.

"Kami adalah pemerintahan, dan kami tidak dapat mengajukan apapun di luar konstitusi," kata Rafael Seguis.

Kepala juru runding Manila, Anabelle Abaya mengatakan kepada kantor berita AFP perundingan akan dilanjutkan bulan Maret dan kedua belah pihak masih dapat mengurangi perbedaan yang ada.

Lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar 750.000 orang mengungsi karena pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Muslim antara bulan Agustus 2008 dan Juli 2009.

Walaupun sering digambarkan sebagai tuntutan masyarakat Muslim di negara dengan mayoritas penduduk Katolik, para analis menyebutnya sebagai masalah kepemilikan sumber daya alam.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.