Terbaru 16 Januari 2010 - 10:00 GMT

AS umumkan nama tawanan Bagram

Pangkalan militer Bagram

Pangkalan militer Bagram dituduh menjadi tempat penyiksaan

Pihak berwenang Amerika Serikat mengumumkan nama 645 tahanan di pangkalan militer Bagram, Afghanistan, sebagai reaksi terhadap langkah hukum menuntut kebebasan informasi.

Langkah hukum yang diajukan oleh American Civil Liberties Union, ACLU, ini bertujuan meminta dokumen sehubungan dengan penahanan dan perlakuan terhadap tahanan di pangkalan udara itu.

ACLU mengatakan keterangan penting mengenai para tahanan itu disembunyikan.

Sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat menolak mengumumkan daftar nama itu.

Seorang pengacara mengatakan langkah pengumuman nama-nama itu sekarang "sama sekali tidak pernah terjadi sebelumnya".

Melissa Goodman, pengacara dari ACLU, mengatakan penerbitan nama-nama ini merupakan "satu langkah penting untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penjara Bagram yang penuh rahasia itu".

Namun dia menegaskan, itu hanyalah langkah awal.

"Transparansi dan akuntabilitas penuh atas Bagram harus meliputi keterangan berapa lama mereka telah ditahan, asal mereka dan apakah mereka ditangkap jauh dari medan peperangan atau dari negara yang jauh dari Afghanistan," ujarnya.

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa satu surat terpisah yang dikeluarkan Departemen Pertahanan AS pada hari Jumat (15/01) menyebutkan "sejumlah kecil" tahanan berusia dibawah 16 tahun.

Daftar nama itu terdiri dari 645 orang yang ditahan di Bagram pada bulan September 2009 saat langkah hukum itu diajukan ke pengadilan.

"Ini benar-benar tidak pernah terjadi sebelumnya, kita tidak pernah bisa mendapatkan daftar itu," ujar Ramzi Kassem, pengacara dan pengajar ilmu hukum di City University New York, seperti dikutip AP.

Kassem adalah pengacara warga Yaman, Amin al-Bakri, yang ditangkap di Thailand dan kemudian dikirim ke Bagram.

Dalam kasusnya ini, seorang hakim federal di Washington memutuskan bahwa hanya tahanan di Bagram yang ditangkap di luar Afghanistan yang bisa mengajukan langkah hukum di dalam wilayah Amerika Serikat.

Pemerintah Presiden Obama melakukan upaya banding atas keputusan hakim itu.

Bagram, yang terletak di utara Kabul, digunakan oleh koalisi pimpinan Amerika sejak menyingkirkan rejim Taliban bulan Desember 2001.

Tahun lalu sejumlah mantan tahanan di penjara itu mengatakan kepada BBC bahwa mereka disiksa di pangkalan militer tersebut.

Para pejabat Amerika membantah tuduhan itu dan berkeras bahwa seluruh tahanan di penjara tersebut diperlakukan dengan perikemanusiaan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.