
Pemimpin adat peringatkan pemerintah agar hentikan taktik yang sekarang
Seorang pria yang dituduh sebagai pemimpin sel Al-Qaida di Yaman tewas dalam tembak menembak dengan pasukan keamanan pemerintah, demikian kata seorang gubernur provinsi.
Abdullah Mehdar dikatakan menjadi pemimpin satu kelompok Al-Qaida di provinsi Shabwa, 600 km di sebelah timur ibukota Sanaa.
Berbagai laporan mengatakan empat lagi anggota sel yang sama sudah ditangkap.
Dalam insiden terpisah, dua serdadu dilaporkan tewas dalam serangan tiba-tiba di dekat Ataq, ibukota provinsi Shabwa.
Gubernur Shabwa, Ali Hassan al-Ahmadi mengatakan,"Abdullah Mehdar tewas terbunuh tadi oleh pasukan keamanan yang mengepung rumah tempat dia bersembunyi."
Dibawah tekanan
Para pejabat keamanan mengatakan pasukan Yaman mengepung rumah di daerah pegunungan dan saling tembak menembak dengan dua puluhan anggota kelompok militan yang bersembunyi di dalamnya.
Anggota militan yang lain berhasil melarikan diri. Kantor berita Spanyol, EFE mengatakan seorang anggota pasukan keamanan tewas dalam operasi ini.
Kantor berita Spanyol mengutip kantor berita setempat yang menulis bahwa salah seorang anggota militan yang tewas adalah pemimpin puncak Al-Qaida di Yaman.
Mereka adalah anak-anak muda yang sesat, tetapi saya pikir mereka bukan anggota sejati Al-Qaida
Sheik Atiq Baadha
Tetapi seorang pemimpin adat setempat mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa Mehdar dan beberapa pria yang tertangkap bukan 'anggota aktif' Al Qaida.
"Mereka adalah anak-anak muda yang sesat, tetapi saya pikir mereka bukan anggota sejati Al-Qaida," Sheik Atiq Baadha.
Dia mengatakan para pemimpin setempat bisa menyerahkan pria-pria itu jika mereka diminta.
Mereka juga memperingatkan bahwa simpati terhadap Al-Qaida bisa meningkat jika pasukan pemerintah melanjutkan taktik yang sekarang ini.
Hari Selasa, menteri luar negeri Yaman kembali menganjurkan agar ada dialog dengan kelompok militan Al-Qaida, dengan catatan kelompok ini harus menyerahkan senjata dan meninggalkan kekerasan.
Tetapi, tambah menteri luar negeri Yaman, jika kelompok Al-Qaida menolak maka pasukan pemerintah akan tetap memburu mereka.
Yaman mendapat sorotan setelah satu kelompok Al-Qaida di Jazirah Arab yang berbasis di Yaman mengatakan merekalah pelaku serangan bom yang tak berhasil meledak di dalam sebuah pesawat Amerika pada hari Natal lalu.
Awal minggu ini, Presiden Barack Obama mengatakan dia tidak punya niat mengirimkan pasukan Amerika ke Yaman atau Somalia untuk memerangi kelompok-kelompok militan di negara-negara tersebut.
Beberapa pengamat mengatakan kelompok militan Al-Qaida pindah ke Yaman setelah mendapat tekanan di Afghanistan dan Pakistan serta setelah adanya penggrebekan di Arab Saudi.
Minggu lalu, para pejabat Yaman mengatakan seorang pemimpin Al-Qaida yang lain dan dua anggota lainnya ditangkap setelah mengalami cedera dalam sebuah operasi penggrebekan sekitar 25 km di sebelah utara ibukota Sanaa.


