Terbaru 14 Desember 2009 - 12:12 GMT

Dubai, apa dan siapa

Penguasa Dubai

Dinasti Dubai berasal dari suku yang sama dengan dinasti Abu Dhabi

Ketidakmampuan pemerintah Dubai mendanai hutang besar dari perusahaan investasi negara, Dubai World, telah menyebar getaran ke seluruh dunia.

Dan hal itu bukan hanya mendorong timbulnya pertanyaan seberapa serius masalahnya, juga tentang apa Dubai itu dan siapa penguasa di sana?

Walau sering disebut sebagai pemerintah kota yang memiliki hak negara, Dubai merupakan anggota federasi Uni Emirat Arab, UEA, bersama dengan enam kerajaan lain.

Namun hanya Abu Dhabi yang memiliki cadangan minyak besar, dan dengan kekuatan itu mendominasi politik federal -termasuk kebijakan luar negeri dan pertahanan- sejak UEA berdiri, setelah Inggris mundur dari Teluk Persia tahun 1971.

Menikmati otonomi

Bagaimanapun Dubai selalu menikmati otonomi karena keberhasilan pelabuhan internasionalnya.

Ketika konstitusi UEA disusun, kemandirian masing-masing kerajaan dipertahankan sehingga setiap anggota UEA masih memiliki kendali sendiri atas sumber daya alam dan kebijakan pembangunan ekonomi.

Dubai

Pembangunan Dubai mengandalkan sektor non-minyak

Dubai kemudian perlahan-lahan berintegrasi sepenuhnya ke UEA dan mengalihkan Pasukan Pertahanan Dubai ke UEA pada 1996.

Banyak yang menduga pengaihan itu sebenarnya lebih pada upaya untuk mengurangi beban biaya sehingga Dubai bisa memusatkan perhatian pada ambisi ekonominya.

Dengan cadangan minyak yang sedikit, satu-satunya harapan Dubai untuk mengembangkan identitas yang berbeda dari Abu Dhabi adalah pembangunan cepat sekor non-minyak, seperti pariwisata mewah dan propperty.

Di atas kertas kebijakan itu berhasil dengan 95% PDB Dubai pada tahun 2008 berasal dari sektor non-minyak.

Perluasan cepat

Namun dengan cengkraman krisis kredit global, keberhasilan itu mulai terhambat karena menurunnya investasi asing sementara niat investasi di sektor wisata dan property berkurang.

Dubai juga melakukan perluasan yang dianggap terlalu cepat dengan pembangunan sejumlah proyek mega, antara lain reklamasi pulau raksasa untuk sektor property yang dipasarkan ke dunia internasional.

Dan sebagian besar proyek itu didanai oleh hutang.

Dubai

Proyek mega reklamasi untuk property dipasarkan ke dunia internasional

Semakin dekatnya jatuh tempo hutang, pemerintah Dubai sepanjang 2009 berupaya menarik kreditur internasional namun tidak berhasil.

Bantuan keuangan dari Abu Dhabi -pada Februari 2009 dan pekan-pekan ini- memang membuat Dubai masih bisa bertahan.

Akan tetapi pemerintah Abu Dhabi sudah membuat jelas tidak akan menempuh bail out, dan ini menarik perhatian orang pada hubungan antara dua kerajaan itu.

Soalnya banyak pengamat yang memperkirakan jika Abu Dhabi tidak memberikan bantuan lebih lanjut maka Dubia akan segera bangkrut.

Sejarah persaingan

Walau beberapa waktu lalu penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menegaskan kepada para wartawan agar "tutup mulut" dan berhenti mengatakan Dubai dan Abu Dhabi adalah terpisah. kedua dinasti sebenarnya mempunyai sejarah panjang persaingan.

Keluarga Al Maktoum yang menguasai Dubai sebenarnya berasal dari suku yang sama dengan keluarga Al Nahyan yang menguasai Abu Dhabi, yaitu dari Bani Yas.

Tahun 1833, Dubai memisahkan diri dari Abu Dhabi dan mengandalkan perlindungan dari Inggris.

Dubai

Pembangunan Dubai mengandalkan buruh migran dari Asia Selatan

Pada masa 1940-an, kedua tetangga ini malah sempat terlibat konflik bersenjata.

Di zaman modern persaingan ekonomi yang meningkat: keduanya bahkah mendirikan maskapai penerbangan nasional masing-masing walau beberapa tujuan keduanya tumpang tindih.

Dan tengah krisis yang dihadapi Dubai, tak ada jaminan bantuan lebih lanjut dari Abu Dhabi.

Selain persaingan pemerintah dan keluarga penguasa kerajaan, ada dampak yang lebih luas dari krisis Dubai.

Ribuan buruh migran yang sebagian besar dari Asia Selatan kini terdampar tak punya pekerjaan di Dubai dan jumlah mereka akan semakin besar karena semakin banyak perusahaan yang harus memperkecil skala operasi.

Para buruh migran itu akan mengalami kesulitan ketika pulang kampung karena sumber penghasilan selama ini jelas hilang.

Pada sisi lain banyak ahli dari Dunia Barat yang juga kehilangan pekerjaan.

Begitu pula dengan investor asing yang menderita kerugian -karena sektor properti Dubai tidak berkembang seperti perkiraan awal- sehingga bisa berdampak pada operasi di negara asalnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.