BBC navigation

Blog dari London

Kualitas politikus dan harga roti

Terbaru  21 Mei 2014 - 21:23 WIB
Ed Miliband

Ed Miliband keliru menjawab pertanyaan soal pengeluran mingguan keluarga di Inggris.

Seperti di Indonesia, demam pemilu juga terasa Inggris meski pemungutan suara untuk parlemen pusat baru akan dilangsungkan tahun depan.

Di bulan-bulan ini hingga bulan-bulan mendatang, partai politik dan politikus berlomba-lomba menawarkan program dengan harapan merekalah nanti yang akan dipilih, masuk parlemen, dan duduk di pemerintahan.

Baliho dan iklan partai sudah muncul di mana-mana.

Para politikus mendatangi rumah warga, mengetuk dari pintu ke pintu atau berada di tempat-tempat yang ramai, mulai dari stasiun kereta hingga pusat perbelanjaan.

Para pejabat penting partai juga makin sering muncul di media.

Seperti yang dilakukan Ed Miliband, pemimpin Partai Buruh yang saat ini beroposisi.

Mantan pejabat tinggi di era Perdana Menteri Gordon Brown ini tampil di salah satu televisi dan ditanya tentang rata-rata pengeluaran mingguan setiap keluarga di Inggris untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Keliru menjawab

"Kita mungkin mengeluarkan uang £70 atau £80 per minggu untuk keperluan pokok ... mungkin lebih dari itu," kata Miliband.

Sepintas pertanyaan yang sepele, setidaknya tidak seberat pertanyaan tentang visi mendongkrak kesejahteraan para petani misalnya atau kebijakan makro untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kita mungkin mengeluarkan uang £70 atau £80 per minggu untuk keperluan pokok ... mungkin lebih dari itu."

Ed Miliband

Tapi jawaban Miliband ini menjadi salah satu berita utama dan dibahas selama berhari-hari.

Pertanyaan tadi -yang sepintas terlihat remeh- sejatinya sangat penting karena mengindikasikan apakah yang menjawab tahu persis persoalan mendasar yang dihadapi rakyat.

Pernyataan ini terkait dengan harga kebutuhan pokok, seperti roti, susu, daging, sayur, dan berbagai keperluan dapur lain. Pendek kata ini terkait dengan hajat hidup orang banyak.

Dan Miliband keliru memberikan jawaban karena menurut statistik pengeluaran rata-rata per keluarga per minggu adalah £100.

Bisa dipahami banyak kecewa dengan Miliband karena setidaknya jawaban itu mengungkap bahwa ia bisa jadi tidak memahami persoalan rakyat.

Ia dikatakan out of touch, tidak membumi. Ada juga yang mengatakan kalau persoalan mendasar seperti ini keliru, bagaimana mengurus negara.

Belakangan Miliband mengatakan bahwa £70 adalah jumlah minimal. "Dan jelas uang yang dikeluarkan per minggu lebih dari itu," kata Miliband.

Harga roti

David Cameron

PM David Cameron tidak tahu harga rata-rata roti di supermarket.

Miliband tidak sendirian. Perdana Menteri David Cameron juga pernah mengalami situasi yang sama ketika ditanya harga roti di supermarket.

Ia menjawab bahwa harga roti adalah £1 sementara kenyataannya harga rata-rata roti di supermarket 47 pence.

Lagi-lagi Cameron dianggap tak mengusai masalah yang dihadapi rakyat.

Ia beralasan tak bisa menjawab dengan benar karena lebih sering membuat sendiri roti tawar.

Pelajaran dari kisah ini adalah simpati atau dukungan rakyat bisa berawal dari hal-hal yang selintas tampak sepele dan sederhana. Soal harga roti dan uang belanja mingguan.

Tapi penguasaan atas masalah-masalah ini mengisyaratkan bahwa pejabat atau politikus memahami kesulitan rakyat.

Harapannya tentu saja adalah pejabat atau politikus ini ketika diberi amanat untuk memerintah, mereka akan memperhatikan dan membantu mengatasi persoalan yang dihadapi rakyat kebanyakan.

Jadi, kalau Anda suatu saat nanti anda ingin mencalonkan diri, jangan lupakan harga beras atau harga roti.

Komentar

 posting

Yang pertama memberi komentar

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.