Siasat orang London melawan kereta 'mogok'

  • 6 Februari 2014
Stasiun kereta bawah tanah
Salah satu stasiun kereta bawah tanah yang kosong melompong karena tube mogok.

Kereta bawah tanah London, atau yang dikenal dengan tube, merupakan urat nadi kehidupan warga London sehari-hari.

Dengan membawa sekitar 1,2 miliar penumpang setiap tahunnya, bisa dibayangkan betapa pentingnya tube bagi para warga London, khususnya saat jam sibuk kantor pagi maupun petang hari.

Maka aksi mogok para pekerjanya selama 48 jam di hari kerja -mulai Rabu 5 Februari dan Kamis 6 Februari- jelas membuat London menjadi tidak normal.

Saya beruntung karena angkutan sehari-hari saya adalah kombinasi kereta api -atas tanah yang biasa- dan sepeda, jadi tidak terkena dampak langsungnya.

Namun bagi jutaan orang London, terhentinya sebagian besar layanan kereta bawah tanah -yang sudah berusia 150 tahun ini- adalah bencana.

Pilihan jalan keluar

Beberapa teman terpaksa harus jalan kaki lebih panjang karena memilih tidak berdesak-desakan di dalam bus atau antre panjang di halte bus, yang beberapa sampai memerlukan bantuan polisi supaya antrean tertib.

Polisi
Polisi dikerahkan di sejumlah halte bus untuk menjamin ketertiban antrean.

Ada pula yang mengayuh sepeda, yang biasanya hanya dilakukan pada saat akhir pekan.

Melihat jalanan yang macet total pada saat jam sibuk pergi dan pulang kantor di pusat kota London, saya menduga tak sedikit pula yang menyetir walau harus membayar tarif khusus untuk masuk kota.

Seorang teman yang menjadi korban langsung mengatakan banyak orang yang mencaci-maki mengungkapkan kekesalan. Bisa dibayangkan, tanpa tube mogok saja jelas bangun pagi di musim dingin untuk berangkat kerja sudah jadi satu perjuangan.

Bahkan ada pula teman yang memutuskan tidur di kantor. Dia mengatakan perjalanan Rabu pagi dari rumahnya -yang biasanya sekitar satu jam- molor menjadi dua setengah jam lebih.

Maka Rabu malam -setelah memikirkan dua setengah jam pulang dan dua setengah jam lagi Kamis paginya- dia pun tidur di kantor dan saya bertemu ketika dia -dengan mata masih agak merah karena baru saja bangun tidur- sedang menuju kantin untuk sarapan.

Pesepeda London
Pesepeda London 'unggul' di jalanan yang macet akibat mogoknya layanan kereta bawah tanah.

Saran praktis

Sebuah surat kabar gratis ekonomi dan keuangan City AM juga mengeluarkan beberapa saran praktis bagi para warga kota London yang terkena dampak tube mogok.

Salah satunya adalah supaya membawa botol air minum karena siapa tahu saja bus terlalu penuh dan akhirnya seseorang memutuskan untuk berjalan kaki.

Juga ada saran untuk membawa kursi lipat karena sudah hampir pasti penantian di halte bis akan panjang, karena macet dan juga banyak bis yang penuh.

Tapi saya paling suka saran supaya memulai obrolan dengan sesama orang lain yang menunggu bus di halte, yang duduk di samping saat di dalam bus, maupun yang jalan berdampingan

Soalnya orang London terkenal 'dingin' dan 'diam' jika berada di tempat umum berdampingan dengan orang yang tidak dikenal.

Jadi City AM mengusulkan selagi menghadapi masalah bersama mari menjadi lebih manusiawi dan ajaklah orang di samping ngobrol. Apalagi ketika ada tema bersama yang bisa dibahas: mengeluh tentang angkutan umum London!

Tergoda juga untuk mengikuti saran tersebut dan bergabung dengan warga yang 'menderita' agar bisa ngobrol santai dengan sesama orang London tapi langsung saya patahkan keingingan itu dengan pemikiran 'jarang-jarang sepeda unggul dari tube dan kenderaan bermotor'.

Saya pun memilih mengayuh sepeda berkelak-kelok menelusuri celah-celah di antara bus dan mobil yang macet total.