BBC navigation

Blog dari London

Menjadi sahabat lansia di musim dingin

Terbaru  29 November 2013 - 21:55 WIB
Lansia

Ribuan orang lanjut usia meninggal dunia selama musim dingin di Indonesia.

Bayangkan Anda sendirian di rumah dan karena faktor usia, tidak banyak yang bisa Anda lakukan.

Di luar suhu udara sangat dingin, hari makin pendek, sering hujan, dan teman penghibur Anda sehari-hari hanyalah pesawat televisi, yang teronggok di pojok rungan.

Keterbasan fisik membuat Anda bahkan tak bisa menghidupkan pemanas ruangan atau mengambil pil yang mestinya Anda minum.

Gambaran yang menyedihkan, yang bisa membuat orang dengan gambaran seperti di atas akhirnya meninggal di dunia.

Di Inggris, jumlah orang-orang lanjut usia (lansia), yang berumur di atas 75 tahun, yang meninggal ketika musim dingin, mencapai ribuan.

"Di musim dingin, para lansia, selain bisa jatuh sakit, juga bisa sangat merasa kesepian," kata aktris Joanna Lumley, yang mendukung kampanye untuk membantu lansia selama musim dingin.

"Bagi orang-orang sehat, musim dingin dan turunnya salju bisa sangat menyenangkan. Tapi bagi lansia yang rentan, musim dingin bisa sangat menakutkan," katanya kepada koran The Daily Telegraph.

Bersama sejumlah tokoh Lumley meluncurkan kampanye yang diber nama Winter Friends atau Sahabat Musim Dingin.

Kematian awal

"Bagi orang-orang sehat, musim dingin dan turunnya salju bisa sangat menyenangkan. Tapi bagi lansia yang rentan, musim dingin bisa sangat menakutkan."

Joanna Lumley

Lumley dan kawan-kawan membuat situs khusus di internet di mana orang-orang bisa mendaftar menjadi sahabat.

Tugas mereka beragam, mulai dari mengunjungi lansia, mengecek pemanas ruangan rumah mereka, membawa ke dokter, hingga mengambil resep.

Badan layanan kesehatan Inggris, NHS, mengatakan idealnya ada 100.000 orang untuk membantu lansia selama musim dingin.

Statistik menunjukkan lebih 50% orang-orang di atas 75 tahun hidup sendirian, sementara menurut penelitian rasa sepi dan perasaan merasa terpinggirkan di kalangan lansia bisa menyebabkan kematian lebih awal.

Saat menulis blog ini saya teringat dengan kawan yang tinggal di London barat daya.

Ia bercerita seorang ibu berusia lanjut yang tinggal tak jauh dari rumahnya yang ia bantu di musim dingin lalu.

Ibu ini tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih setelah kawan saya ini mendatangi rumahnya, mengobrol, sambil minum teh.

Saya bisa membayangkan, kalau saya sendirian dan kesepian, betapa senangnya menerima kunjungan, meski hanya sekedar untuk mengobrol saja.

Di hari yang mendung, dengan suhu udara tak lebih dari nol derajat, kunjungan seseorang bisa menghangatkan suasana.

Komentar

Tema ini sudah ditutup untuk komentar

Yang pertama memberi komentar

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.