Pilihan antara 'makan' dan 'pemanas'

  • 18 Oktober 2013
lampu dan poundsterling
Kenaikan harga gas dan listrik dikecam banyak pihak.

Udara musim dingin sudah terasa menusuk mulai minggu pertama Oktober lalu.

Badan ramalan cuaca sempat mengeluarkan peringatan banjir, angin kencang dan suhu udara yang anjlok.

Di tengah cuaca yang mulai mendingin ini, sejumlah perusahaan besar pemasok energi –yang menyalurkan gas dan listrik- mengumumkan akan meningkatkan harga rata-rata 10%.

Banyak keluarga yang harus menghadapi pilihan antara ‘makan dan pemanas’ ruangan, kata sejumlah pakar.

Pasalnya, peningkatan harga energi ini diumumkan di tengah harga pangan dan transportasi yang juga terus naik dari tahun ke tahun.

Perusahaan-perusahaan yang meningkatkan harga beralasan, gas dan listrik perlu dinaikkan terkait dengan meningkatnya harga energi di pasaran global.

Pemanas di sebagian besar rumah-rumah di Inggris merupakan keperluan vital terutama pada bulan Desember sampai Maret, saat musim dingin mencapai puncaknya.

Sistem pemanas rumah ini pada umumnya menggunakan gas.

Korban 24.000 meninggal

Perusahaan terakhir yang mengumumkan kenaikan gas dan listrik adalah British Gas pada Kamis 17 Oktober.

Menjelang kenaikan, perusahaan energi ini mengumumkan akan membuka pertanyaan untuk para konsumen melalui jejaring sosial dan sekitar 10.000 orang memberikan komentar, sebagian besar memberikan kecaman.

Salah satu kecaman antara lain menyebutkan, "Coba tilik berapa banyak gaji para direktur?” dan "24.000 meninggal tahun lalu pada musim dingin tahun lalu…mau dicoba untuk menaikkan lagi angka korban meninggal itu?"

Angka 24.000 korban meninggal yang disebutkan itu berasal dari data kematian biro statistik Inggris pada musim dingin 2011-2012.

Data itu menyebutkan ribuan orang yang meninggal karena naiknya harga gas, sebagian besar adalah warga lanjut usia yang tidak mampu untuk membayar tagihan gas untuk menghangatkan rumah mereka.

Angka yang mengejutkan ini juga diperkirakan akan meningkat lebih tinggi lagi karena harga gas dan listrik terus meningkat.

Data dari biro statistik ini menyebutkan sebagian besar korban berusia di atas 75 tahun.

Laporan badan yang mengurus lansia, Age UK, memperkirakan dampak kesehatan bagi mereka yang tidak mampu menghidupkan pemanas juga besar.

Kerugiannya diperkirakan mencapai £1,36 miliar setahun untuk perawatan rumah sakit termasuk akibat berbagai penyakit seperti stroke dan serangan jantung.

Perdebatan di tingkat politik

Gas
Sebagian besar sistem penghangat di rumah-rumah Inggris menggunakan gas.

Kenaikan harga gas dan listrik yang mulai diterapkan November mendatang juga menjadi bahan perdebatan di tingkat politik.

Pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, Ed Miliband mengatakan para pemasok merusak kantong orang dan ia berjanji akan membekukan harga bila terpilih sebagai perdana menteri dalam pemilu 2015.

Sementara Perdana Menteri David Cameron meminta agar masyarakat memilih perusahaan pemasok yang termurah.

Memang masyarakat bisa memilih pemasok, namun pilihannya hanya sekedar mana yang kenaikannya tidak begitu besar.

Anggota parlemen juga ikut angkat bicara dan mengecam perusahaan pemasok gas dan listrik yang dianggap terlalu mementingkan keuntungan.

Yang jelas kecaman karena kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok ini terjadi hampir setiap tahun.

Dan yang semakin membuat marah banyak pihak adalah kenaikan yang terjadi lebih tinggi dari inflasi dan jauh lebih tinggi dari pendapatan.

Biro statistik Inggris menyebutkan kenaikan rata-rata pendapatan belakangan ini hanya 0,7%.

Sejauh ini perdebatan dan berbagai kecaman ini hanya sekedar meramaikan kenaikan harga gas dan listrik, tanpa ada kejelasan kapan harga akan dibekukan atau dipastikan tidak akan naik lagi.

Dan bagi masyarakat, pilihannya adalah untuk mencari pemasok yang paling murah dan bagi sebagian lain - seperti yang dikatakan sejumlah pakar- antara 'makan' dan 'pemanas'.